Iklan Astra Motor

PT APG di Proyek OKI Pulp and Paper Macet Lakukan Pembayaran, Subkontraktor Mengeluh!

PT APG di Proyek OKI Pulp and Paper Macet Lakukan Pembayaran, Subkontraktor Mengeluh!

Pintu Gerbang Selamat Datang di PT APG.-Foto:dokumen palpos-

OKI,PALPOS.CO - Sejumlah subkontraktor yang terlibat dalam proyek PT Adhi Persada Gedung (APG) di kawasan OKI Pulp and Paper Sungai Baung, Desa Bukit Batu, Kecamatan Air Sugihan, Kabupaten OKI mengeluhkan pembayaran pekerjaan.

Hingga kini, pembayaran pekerjaan tersebut belum dilunasi, meskipun kontrak kerja telah lama berakhir.

Keluhan tersebut disampaikan langsung oleh Fauzi, salah satu subkontraktor, yang mengaku hingga akhir tahun 2025 belum menerima pembayaran secara penuh dari PT APG.

“Kami tidak tahu apa maksudnya. Kontrak sudah lama selesai, tetapi pembayaran dilakukan secara dicicil dan sering macet.

BACA JUGA:Peristiwa Laka di OKI Renggut Nyawa 78 Pengendara, Kapolres: Ini PR Kita Bersama!

BACA JUGA:Pencarian Riski Terus Berlanjut, Tim SAR Perluas Radius Hingga 30 km

Kami sudah cukup sabar menunggu. Jangankan bicara untung, untuk balik modal saja masih jauh,” ujarnya, Rabu, 31 Desember 2025.

Fauzi menegaskan, selama pelaksanaan pekerjaan, pihak subkontraktor telah memenuhi seluruh kewajiban sesuai isi kontrak, mulai dari profesionalitas kerja, pemenuhan spesifikasi teknis, hingga target penyelesaian proyek.

“Semua permintaan PT APG kami penuhi tanpa celah. Namun balasan yang kami terima justru pembayaran yang tidak sesuai dengan komitmen. Janjinya setiap minggu ada pembayaran, tetapi faktanya nihil,” ujarnya.

Menurut Fauzi, kondisi tersebut membuat para subkontraktor berada dalam situasi yang sulit, karena banyak pihak yang menggantungkan hidup pada kelancaran pembayaran tersebut.

BACA JUGA:Cerita Nurmala: Delapan Tahun Jadi Honorer Pulang dari Pelantikan Bawa Motor dari Bupati OKI

BACA JUGA:Empat Hari Tenggelam di Sungai Komering OKI, Riski Masih Belum Ditemukan

“Kami juga ingin hidup. Banyak pekerja dan keluarga yang kami tanggung. Karena itu, kami berharap pemerintah dapat memberikan perhatian dan membantu menyelesaikan persoalan ini,” tuturnya.

Menanggapi keluhan itu, Project Manager PT APG, Ibnu mengakui adanya kendala dalam pembayaran kepada pihak subkontraktor.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: