Iklan Astra Motor

Setubuhi Anak Berkebutuhan Khusus di Prabumulih hingga 3 Kali, Pria Asal Celikah OKI Ditangkap

Setubuhi Anak Berkebutuhan Khusus di Prabumulih hingga 3 Kali, Pria Asal Celikah OKI Ditangkap

M Akbar alias Mamat pelaku persetubuhan terhadap anak berkebutuhan khusus saat diamankan Unit PPA Polres Prabumulih.-Foto:dokumen palpos-

PRABUMULIH, PALPOS.CO - Nasib pilu harus dialami seorang anak perempuan di bawah umur penyandang keterbelakangan mental atau berkebutuhan khusus di Kota Prabumulih, Sumatra Selatan.

Anak berusia 13 tahun tersebut, sebut saja Melati (nama disamarkan), diduga menjadi korban perbuatan tak senonoh yang dilakukan oleh seorang pria dewasa berinisial Muhammad Akbar alias Mamat (23), warga Desa Celikah, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI).

Peristiwa memilukan ini menyisakan luka mendalam bagi korban dan keluarganya.

Betapa tidak, korban yang merupakan warga Kecamatan Prabumulih Timur itu diduga mengalami perlakuan tak senonoh sebanyak tiga kali oleh pelaku.

BACA JUGA:Buruh di Prabumulih Bobol Toko, Curi 65 Kg Bawang Merah dan Putih, Ferry Berakhir di Hotel Prodeo

BACA JUGA:Aksi Pecah Kaca Kembali Marak di Prabumulih, Kapolres Tegaskan Tak Ada Toleransi

Karena perbuatan bejat itu, pelaku akhirnya berhasil diamankan oleh Bhabinkamtibmas Kelurahan Gunung Ibul, Aipda Asal, bersama ketua RT setempat dan orang tua korban, setelah perbuatan bejat tersebut terungkap.

Informasi yang berhasil dihimpun, peristiwa dugaa

n persetubuhan terhadap anak berkebutuhan khusus ini pertama kali diketahui oleh orang tua korban pada Rabu, 7 Januari 2026.

Kekhawatiran bermula ketika Melati tidak pulang ke rumah sejak Selasa, 6 Januari 2026.

BACA JUGA:Kesbangpol Prabumulih Imbau Ormas Proaktif Sampaikan Laporan Kegiatan

BACA JUGA:Lakukan Penggelapan Dana Rp1,37 Miliar, Kacab Koperasi di Prabumulih Menyerahkan Diri ke Polisi

Sebagai anak penyandang keterbelakangan mental, Melati sehari-hari berada dalam pengawasan keluarga.

Ketika hingga malam hari anak tersebut belum juga kembali ke rumah, orang tua korban mulai diliputi rasa cemas dan khawatir akan keselamatan putri mereka.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait