Warga: Robohnya Gapura Cara Tuhan Membuka Fakta, Begini Jawaban PUPR
Warga: Robohnya Gapura Cara Tuhan Membuka Fakta, Begini Jawaban PUPR-Foto:dokumen palpos-
LUBUKLINGGAU, PALPOS.CO - Robohnya Gapura Kenanga di Jalan Simpang Y Kenanga II, Kelurahan Baturip Permai, Kecamatan LUBUKLINGGAU Utara II, Kota LUBUKLINGGAU, tidak hanya memicu kekhawatiran keselamatan pengguna jalan, tetapi juga menimbulkan sorotan tajam dari warga terkait kualitas pembangunan gapura tersebut.
Peristiwa robohnya tiang gapura itu membuka ruang diskusi di tengah masyarakat. Warga menilai, secara tampilan luar gapura terlihat rapi dan “bagus casing-nya”, namun kualitas konstruksi di dalamnya diduga jauh dari kata kuat.
Pasalnya, tiang gapura disebut-sebut hanya ditempel pada penyangga, bukan ditanam atau diperkuat dengan struktur pondasi yang memadai.
“Kalau dilihat dari luar memang terlihat kokoh, tapi ternyata dalamnya rapuh. Ini yang membuat kami kecewa,” ujar MM, salah satu warga setempat.
BACA JUGA:Gapura Kenangan Roboh, Lalu Lintas Macet dan Layanan Indihome Terganggu
BACA JUGA:Gapura Kenanga Roboh Terseret Truk, Warga Soroti Kelalaian Sopir dan Kualitas Bangunan
Bahkan, ada warga yang menilai insiden robohnya gapura tersebut ibarat “cara Tuhan membuka fakta” terkait proses pembangunan yang selama ini luput dari perhatian publik.
Menurut mereka, warga sekitar tidak pernah melihat secara langsung tahapan pembangunan gapura senilai hampir Rp200 juta tersebut, mulai dari pembuatan hingga pemasangan tiang.
“Kami tidak melihat proses pemasangannya. Tahu-tahu tiang gapura sudah berdiri, lalu dilanjutkan dengan pengecatan. Tidak ada aktivitas pembangunan yang benar-benar terlihat oleh warga,” ungkap MM.
Minimnya keterbukaan dalam proses pembangunan ini menimbulkan tanda tanya besar di kalangan masyarakat.
BACA JUGA:Kejari Lubuklinggau Didesak Serius Tangani Perkara Dugaan Pelanggaran UU IT
BACA JUGA:Panen Raya Jagung Serentak, Polri Perkuat Swasembada Pangan hingga Daerah
Warga menilai, seharusnya pembangunan fasilitas lingkungan dilakukan secara transparan, baik dari sisi teknis maupun kualitas material, agar dapat dipertanggungjawabkan dan tidak membahayakan keselamatan.
Insiden ini menjadi pelajaran penting bahwa pembangunan infrastruktur, sekecil apa pun bentuknya, harus mengedepankan standar keselamatan dan kualitas konstruksi, bukan sekadar tampilan luar.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

