Proyek Peningkatan Jalan Gunung Meraksa Diduga Sarat Penyimpangan
Tampak proyek peningkatan jalan Gunung Meraksa diduga dikerjakan asal jadi.-Foto:Eko palpos-
BATURAJA, PALPOS.CO – Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK ternyata tak membuat nyali pejabat OKU ciut.
Mentalitas "asal bapak senang" tampaknya masih menggila.
Proyek jalan Desa Gunung Meraksa kini memancing amarah publik. Warga mencium aroma penyimpangan fatal di lokasi tersebut.
Fakta lapangan seolah menelanjangi borok proyek ini. Kontraktor mengerjakan Lapisan Pondasi Bawah (LPB) secara ugal-ugalan. Mereka terang-terangan mengabaikan spesifikasi teknis kontrak.
BACA JUGA:Teddy Hadiri Peresmian Sekolah Rakyat Oleh Presiden RI
BACA JUGA:Alat Pendeteksi Hujan dan Banjir Milik BMKG Sumsel Dimaling Bandit
Pelaksana hanya menghamparkan batu pecah campur lumpur tanah. Warga menyebut material sampah ini “beskos”.
Padahal RAB mewajibkan penggunaan agregat B murni. Manipulasi kualitas ini jelas menghina akal sehat pembayar pajak.
Kekacauan tak hanya soal material buruk. Kontraktor baru merampungkan pekerjaan pada tahun 2026. Padahal dana berasal dari APBD OKU 2025. Keterlambatan ini menabrak logika birokrasi.
Dinas PUPR OKU memegang kuasa penuh anggaran proyek. Mereka menggelontorkan uang rakyat sebesar Rp 854.841.500.
BACA JUGA:Produksi Minyak Pertamina EP Naik Sepanjang 2025, Tembus 27.643 Barel per Hari
BACA JUGA:Pemukiman Penduduk di Desa Gunung Meraksa OKU Terendam Banjir
CV Sukaraya Baturaja bertindak sebagai pelaksana proyek itu. Sayangnya, pengawasan dinas terkait tampak memble.
ZP, warga setempat, menumpahkan kekecewaannya. Ia menilai pemerintah membuang anggaran demi kualitas jalan sampah.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

