Iklan Astra Motor

Zero Accident 2025, Produksi Minyak PEP Zona 4 Tembus 27.643 BOPD Naik 6,6 Persen

Zero Accident 2025, Produksi Minyak PEP Zona 4 Tembus 27.643 BOPD Naik 6,6 Persen

Pertamina EP Zona 4 berhasil meningkatkan produksi minyak dengan tetap menjaga capaian zero accident selama tahun 2025.-Foto:dokumen palpos-

PRABUMULIH, PALPOS.CO - PT Pertamina EP (PEP) Zona 4 kembali menorehkan kinerja gemilang sepanjang tahun 2025.

Di tengah tantangan industri hulu migas yang semakin kompleks, PEP Zona 4 berhasil mencatatkan nol kecelakaan kerja (zero accident) selama satu tahun penuh, sekaligus membukukan kenaikan produksi minyak sebesar 6,6 persen. 

Capaian ini menjadi bukti nyata bahwa peningkatan kinerja operasional dapat berjalan seiring dengan pengendalian risiko dan penerapan keselamatan kerja yang disiplin.

Keberhasilan tersebut mendapat apresiasi langsung dari Direktur Utama PT Pertamina Hulu Rokan (PHR), Muhammad Arifin. 

BACA JUGA:Sempat Kabur ke OKU, Pelaku Curat di Mabes Dibekuk Tekab Sunyi Senyap Polsek Prabumulih Barat

BACA JUGA:Lantik Pengurus Lembaga Adat Prabumulih, Cak Arlan Tekankan Penyelesaian Konflik Secara Adat

Muhammad Arifin menegaskan bahwa pencapaian zero accident di tengah peningkatan produksi merupakan fondasi penting dalam menjaga keandalan pasokan energi nasional.

“Produksi yang tumbuh dengan risiko yang terkendali adalah fondasi keandalan pasokan energi nasional.

Keselamatan tidak bisa ditawar dan harus menjadi pijakan setiap keputusan operasi. Saya berharap kinerja Zona 4 terus meningkat pada 2026,” ungkap Muhammad Arifin.

Selain itu, sepanjang tahun 2025, PEP Zona 4 berhasil membukukan produksi minyak rata-rata sebesar 27.643 barel per hari (BOPD).

BACA JUGA:Meriahkan HAB ke-80, Kemenag Prabumulih dan Prabumulih Pos Gelar Lomba Mewarnai Anak

BACA JUGA:Kasus Persetubuhan Anak di Prabumulih Terungkap, Korban Disetubuhi, Diperas dan Diancam Sebar Video Asusila

Angka ini mencerminkan peningkatan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya dan menjadi salah satu kontributor penting dalam mendukung target produksi nasional yang dicanangkan pemerintah.

Peningkatan produksi tersebut tidak terjadi secara instan. Arifin menjelaskan, capaian ini ditopang oleh strategi pengembangan lapangan yang terukur, kolaborasi yang solid antar tim subsurface, serta optimalisasi program pengeboran dan well intervention (WO & WI) yang dilakukan secara berkelanjutan.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: