Iklan Astra Motor

Mengenal Tiga Jenis Jamur Kuping yang Banyak Dijumpai dan Aman Dikonsumsi

Mengenal Tiga Jenis Jamur Kuping yang Banyak Dijumpai dan Aman Dikonsumsi

Mengenal Tiga Jenis Jamur Kuping yang Banyak Dijumpai dan Aman Dikonsumsi-Foto:dokumen palpos-

PALPOS.CO - Jamur merupakan salah satu organisme yang memiliki keanekaragaman jenis sangat tinggi di dunia. 

Di Indonesia, jamur tidak hanya dikenal sebagai makhluk pengurai di alam, tetapi juga sebagai bahan pangan yang bernilai ekonomi dan gizi. 

Salah satu jenis jamur yang cukup populer dan sering dikonsumsi masyarakat adalah jamur kuping dari genus Auricularia.

Jamur Kuping Biasa (Auricularia auricula-judae) menjadi jenis yang paling mudah ditemui.

BACA JUGA:Jangan Sampai Salah, Begini Cara Mudah Merawat Sugar Glider Supaya Gemoy dan Lucu 

BACA JUGA:Hujan Turun, Ikan Sungai Ogah Makan? Ini Solusi Biar Mancing Tetap Strike dan Tak Boncos

Jamur ini telah banyak dibudidayakan, bahkan dalam skala rumahan, karena perawatannya relatif sederhana. 

Di pasar-pasar tradisional, jamur kuping biasa sering dijual dalam kondisi segar maupun kering dan menjadi bahan pelengkap berbagai masakan seperti capcay, tumisan, hingga sup.

Selain itu, terdapat Jamur Kuping Hitam (Auricularia nigricans) yang juga cukup dikenal. 

Jamur ini banyak dibudidayakan secara intensif di China, namun di Indonesia lebih sering diperoleh langsung dari alam. 

BACA JUGA:Sunyi, Sejuk, dan Penuh Harapan: Malam Tahun Baru Bersama Joran di Sungai Musi

BACA JUGA:Tahun Baruan Bakal Hujan? Ini Trik Biar Acara

Bentuknya mirip dengan jamur kuping biasa, tetapi memiliki warna yang lebih gelap dan tekstur sedikit lebih tebal saat dimasak.

Jenis lainnya adalah Jamur Kuping Merah (Auricularia delicata). Jamur ini umumnya tumbuh di kawasan hutan pegunungan dengan kondisi lingkungan yang lembap. 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: