Soto Lamongan, Kuliner Khas Jawa Timur yang Tetap Bertahan di Tengah Arus Modernisasi
Soto Lamongan, kuliner khas Jawa Timur dengan kuah kuning gurih dan taburan koya yang menjadi ciri khas.-Fhoto: Istimewa-
PALPOS.CO - Soto Lamongan merupakan salah satu kuliner tradisional khas Jawa Timur yang hingga kini masih bertahan dan digemari oleh berbagai lapisan masyarakat.
Hidangan berkuah kuning dengan taburan khas bubuk koya ini tidak hanya menjadi identitas daerah Lamongan, tetapi juga telah menyebar ke berbagai penjuru Indonesia, mulai dari kota besar hingga pelosok desa.
Keunikan Soto Lamongan terletak pada cita rasanya yang gurih dan kaya rempah.
Kuahnya berwarna kuning pekat yang berasal dari kunyit, dipadukan dengan bawang putih, ketumbar, lengkuas, dan serai.
BACA JUGA:Laksan, Kuliner Tradisional Palembang yang Terus Bertahan di Tengah Arus Modernisasi
BACA JUGA:Bika Ambon, Warisan Kuliner Nusantara yang Tetap Bertahan di Tengah Perubahan Zaman
Isian soto biasanya terdiri dari suwiran ayam kampung, bihun, kol, telur rebus, serta taburan daun bawang dan seledri.
Namun, ciri paling khas yang membedakan Soto Lamongan dengan soto lainnya adalah koya, bubuk gurih yang terbuat dari kerupuk udang dan bawang putih goreng yang dihaluskan.
Menurut sejumlah penjual soto di Lamongan, resep Soto Lamongan telah diwariskan secara turun-temurun.
Salah satunya adalah Sulastri (52), pedagang Soto Lamongan di Kecamatan Babat, yang mengaku telah berjualan selama lebih dari 25 tahun.
BACA JUGA:Kerang Dara Saus Padang: Sensasi Pedas dan Gurih yang Menggugah Selera
BACA JUGA:Brokoli Cah Saus Tiram : Hidangan Sehat dan Lezat yang Mudah Dibuat di Rumah
Ia mengatakan bahwa menjaga keaslian rasa menjadi kunci agar pelanggan tetap setia.
“Resep ini dari orang tua saya. Dari dulu tidak pernah saya ubah. Koya harus dibuat sendiri supaya rasanya tetap gurih dan wangi,” ujar Sulastri saat ditemui di warungnya, Sabtu (…).
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

