Tanpa APBD, Perbaikan Tahap Kedua Gerbang Selamat Datang Prabumulih Ditarget Rampung 2026
Perbaikan tahap 2 gerbang selamat datang kota Prabumulih dimulai.-Foto:dokumen palpos-
PRABUMULIH, PALPOS.CO - Pemerintah Kota (Pemkot) Prabumulih kembali melanjutkan perbaikan tahap kedua gerbang masuk Kota Prabumulih atau yang lebih dikenal dengan sebutan gerbang selamat datang.
Perbaikan ikon kota tersebut yang berada di simpang empat air mancur Jalan Jenderal Sudirman, Kelurahan Gunung Ibul, Kecamatan Prabumulih Timur, menjadi perhatian masyarakat karena keberadaannya yang strategis sebagai pintu utama masuk kota dari arah Palembang.
Sama seperti pada tahap pertama, perbaikan gerbang selamat datang ini tidak menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
Seluruh biaya pembangunan kembali ditanggung oleh PT Mika Tambang Raya, perusahaan yang armada kendaraannya menabrak gerbang hingga roboh pada akhir tahun 2024 lalu.
BACA JUGA:Memasyarakatkan Olahraga dan Ramaikan Talang Jimar, Pemkot Prabumulih Gelar Turnamen Bola Voli
Pantauan di lapangan pada Senin, 19 Januari 2026, tampak sejumlah pekerja konstruksi mulai melakukan aktivitas perbaikan.
Para pekerja terlihat fokus memasang besi-besi pada bagian atas gapura yang sebelumnya roboh akibat tertabrak kendaraan bermuatan besar.
Material besi yang dipasang tersebut merupakan bagian penting dari struktur utama gerbang, sehingga proses pengerjaan dilakukan secara hati-hati demi menjamin kekuatan dan keselamatan konstruksi ke depannya.
Di sisi lain, demi menjaga kelancaran dan keselamatan arus lalu lintas, Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Prabumulih turut mengambil langkah antisipatif.
BACA JUGA:Pelaku Pencurian Motor Modus Ajak Beli Tuak, Ditangkap Tim Opsnal Polsek Prabumulih Timur
BACA JUGA:BPN Prabumulih Imbau Warga Beralih ke Sertifikat Tanah Elektronik, Ini Cara Mudah Mengurusnya
Sejumlah petugas Dishub terlihat melakukan pengaturan dan pengalihan arus lalu lintas, khususnya untuk kendaraan besar.
Kendaraan dengan tonase berat dari arah Palembang dialihkan melalui Jalan Lingkar Timur untuk menghindari lokasi proyek perbaikan yang berpotensi menimbulkan kemacetan maupun risiko kecelakaan.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

