Iklan Astra Motor

Balai Karantina Sumsel Gandeng DKPP, Dampingi Peternak Telur Ayam Konsumsi Tembus Pasar Ekspor

Balai Karantina Sumsel Gandeng DKPP, Dampingi Peternak Telur Ayam Konsumsi Tembus Pasar Ekspor

Balai Karantina Sumsel Gandeng DKPP, Dampingi Peternak Telur Ayam Konsumsi Tembus Pasar Ekspor. foto: humas karantina sumsel--

PALPOS.CO - Balai Karantina Sumsel Gandeng DKPP, Dampingi Peternak Telur Ayam Konsumsi Tembus Pasar Ekspor.

Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Sumatera Selatan (Karantina Sumsel) terus memperkuat perannya dalam mendorong komoditas unggulan daerah menembus pasar global. 

Kali ini, Karantina Sumsel bersama Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Provinsi Sumatera Selatan melakukan pendampingan program Go Ekspor kepada peternak telur ayam konsumsi, Senin (19/01/2026).

Pendampingan tersebut menjadi langkah strategis untuk memastikan kesiapan peternak telur ayam di Sumatera Selatan, baik dari sisi mutu produk, keamanan pangan, hingga pemenuhan standar ekspor sesuai ketentuan negara tujuan. 

BACA JUGA:Pemprov Sumsel dan Badan Karantina Indonesia Perkuat Kolaborasi Melalui Silaturahmi di Griya Agung

BACA JUGA:Karantina Sumsel Harapkan Komitmen Kepatuhan Pengiriman Barang dari Mitra Ekspedisi

Kepala Balai Karantina Sumsel, Sri Endah, menegaskan bahwa telur ayam konsumsi merupakan salah satu komoditas unggulan Sumatera Selatan yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan ke pasar internasional.

“Pendampingan ini bertujuan memastikan seluruh aspek produksi telur ayam konsumsi telah memenuhi standar ekspor. Sebelumnya, Sumatera Selatan telah berhasil mengekspor komoditas unggulan lain seperti kelapa, kopi, dan kelapa sawit. Kini kami mendorong agar telur ayam asal Sumsel juga bisa diterima di pasar luar negeri,” ujar Sri Endah.

Berdasarkan data, Sumatera Selatan memiliki sekitar 100 peternakan ayam petelur yang tersebar di berbagai kabupaten dan kota. 

Salah satu peternakan terbesar adalah PT Banyuasin Mukut Inti (BMI) yang berlokasi di Desa Mukut, Kecamatan Pulau Rimau, Kabupaten Banyuasin. 

BACA JUGA:15 Pasang Finalis Kuyung Kupek Muba 2025 Siap Jalani Karantina Desember

BACA JUGA:Karantina Sumsel Bangun Sinergi Lewat Coffee Morning Antarinstansi: Sinergi di Meja Kopi, Solusi di Lapangan

Perusahaan ini mampu memproduksi hingga 17 ton telur ayam per hari dengan populasi sekitar 400.000 ekor ayam petelur.

Selain PT BMI, peternakan besar lainnya di Sumsel antara lain PT Pulau Farm dan PT Gunawan Farm.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: berbagai sumber

Berita Terkait