Kue Pukis, Jajanan Tradisional yang Bertahan di Tengah Gempuran Kuliner Modern
Kue pukis.-Fhoto: Istimewa-
PALPOS.CO - Di tengah menjamurnya kuliner modern dan makanan viral yang silih berganti menghiasi media sosial, kue pukis tetap bertahan sebagai salah satu jajanan tradisional favorit masyarakat Indonesia.
Aroma khas santan yang berpadu dengan wangi adonan yang dipanggang kerap menjadi penanda kehadiran kue ini di sudut-sudut pasar tradisional, pinggir jalan, hingga kawasan sekolah dan perkantoran.
Meski sederhana, kue pukis memiliki daya tarik kuat yang membuatnya tak lekang oleh waktu.
Kue pukis dikenal sebagai jajanan berbahan dasar tepung terigu, telur, gula, santan, dan ragi. Adonan tersebut kemudian dipanggang dalam cetakan khusus berbentuk setengah lingkaran.
BACA JUGA:Kue Pancong Kelapa, Jajanan Tradisional yang Kembali Digemari Berbagai Kalangan
BACA JUGA:Kue Kacang: Isi Toples Lebaran Bisa Buat Sendiri di Rumah, Ini Resep dan Cara buatnya !
Teksturnya lembut di dalam dengan bagian bawah yang sedikit garing, menciptakan sensasi rasa yang khas.
Secara tradisional, kue pukis disajikan dengan taburan meses cokelat atau keju parut, meski kini variasinya semakin beragam.
Menurut sejumlah pedagang, kue pukis mulai dikenal luas di Pulau Jawa sejak puluhan tahun lalu.
“Dulu pukis itu jajanan sederhana, topping-nya cuma meses atau keju. Tapi pembelinya selalu ada,” ujar Sumarni, pedagang kue pukis di kawasan Pasar Minggu, Jakarta Selatan, yang telah berjualan lebih dari 20 tahun.
BACA JUGA:Roti Arab Lembut dan Mengenyangkan, Cocok Jadi Menu Sarapan hingga Hidangan Harian
BACA JUGA:Nasi Liwet, Warisan Kuliner Nusantara yang Terus Menggugah Selera
Ia mengaku kue pukis menjadi sumber penghidupan utama bagi keluarganya hingga kini.
Seiring perkembangan zaman, kue pukis mengalami banyak inovasi tanpa meninggalkan cita rasa aslinya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:

