Iklan Astra Motor

Puluhan Dokter di OKUT Tuntut Realisasi Insentif dan Evaluasi Kadinkes

Puluhan Dokter di OKUT Tuntut Realisasi Insentif dan Evaluasi Kadinkes

Tampak puluhan dokter di OKU Timur datangi kantor Bupati-Foto:dokumen palpos-

‎‎MARTAPURA, PALPOS.CO - Puluhan dokter yang bertugas di Kabupaten OKU Timur mendatangi Kantor Bupati OKU Timur pada Kamis, 29 Januari 2026. 

‎Kedatangan para dokter mulai dari dokter umum hingga dokter gigi ini untuk mempertanyakan realisasi insentif dokter agar direalisasikan.

‎Diketahui insentif dokter ini sudah dianggarkan untuk tahun 2026 sesuai dengan pengajuan awal yang disetujui DPRD yaitu sebagai insentif dokter/dokter gigi semata bukan untuk dibagi ke tenaga kesehatan (Nakes) lain, karena nakes lain sudah dianggarkan TPP.

‎Setelah menunggu beberapa waktu, akhirnya para dokter ini bertemu dengan Bupati OKU Timur Ir H Lanosin ST MT. 

BACA JUGA:DPO Penipuan Belum Tertangkap, Kuasa Hukum Korban Desak Polda Sumsel ‎

BACA JUGA:‎Banjir Landa OKUT, Warga Desak Keseriusan Pemkab Perbaiki Infrastruktur Sungai

‎Dokter Dewa, dr. Fero dan dr. Kadavi selaku perwakilan yang menemui Bupati mengatakan, ada sembilan poin utama yang mereka sampaikan ke Bupati. 

‎Diantaranya nilai insentif per Dokter/ Dokter Gigi untuk 2026 tidak boleh berubah atau dikurangi yaitu sebesar Rp 4.500.000/dokter per bulan.

‎"Kami juga meminta keterbukaan pengelolaan biaya kapitasi dari BPJS terhadap jasa medis Nakes serta kejelasan status jasa dokter/dokter gigi di Puskesmas bagi yang belum ASN karena SIP mereka dihitung dalam menaikkan kapitasi BPJS Puskesmas," ujarnya.

‎Selain itu, para dokter ini juga meminta agar obat-obatan di Puskesmas dilengkapi demi pelayanan pengobatan bisa maksimal ke masyarakat. 

BACA JUGA:Narkoba Jadi Perhatian Serius Polres OKU Timur ‎

BACA JUGA:‎Curi Beras 100 Kilogram, Purnomo Diciduk Polisi

‎Kemudian para dokter ini juga meminta kejelasan TPP dokter jika memang insentif dokter mau dihapuskan, maka penggantinya adalah TPP yang sesuai dibandingkan dengan kabupaten lain dengan APBD yang sama.

‎"Kepada pak Bupati kami minta agar di evaluasi Kadinkes yang kebijakan-kebijakannya merendahkan profesi dokter dan tidak mensejahterakan Nakes di bawah naungan Dinas Kesehatan OKU Timur," tegasnya. 

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: