Iklan Astra Motor

Pastel, Jajanan Klasik yang Tetap Bertahan di Tengah Tren Kuliner Modern

Pastel, Jajanan Klasik yang Tetap Bertahan di Tengah Tren Kuliner Modern

Bukan sekadar gorengan pastel adalah rasa yang mengingatkan kita pada rumah, sekolah, dan kebersamaan.-Fhoto: Istimewa-

PALPOS.CO - Di tengah maraknya makanan modern dan kuliner kekinian yang silih berganti menghiasi media sosial, pastel tetap bertahan sebagai salah satu jajanan tradisional yang digemari masyarakat Indonesia.

Camilan berbentuk setengah lingkaran dengan kulit renyah dan isian gurih ini tidak hanya hadir sebagai makanan ringan, tetapi juga menjadi bagian dari memori kolektif banyak orang—mulai dari bekal sekolah hingga sajian wajib di acara keluarga.

Pastel dikenal luas sebagai gorengan berkulit tipis yang diisi campuran sayuran seperti wortel, kentang, bihun, dan kol, serta tambahan telur rebus atau daging ayam cincang.

Rasanya yang gurih dengan tekstur renyah di luar dan lembut di dalam membuat pastel mudah diterima oleh berbagai kalangan, dari anak-anak hingga orang dewasa.

BACA JUGA:Kentang Mustofa, Pelengkap Kuliner Nusantara yang Tetap Bertahan di Tengah Tren Makanan Modern

BACA JUGA:Arem-Arem, Kuliner Tradisional yang Tetap Bertahan di Tengah Gempuran Makanan Modern

Menurut catatan sejarah kuliner, pastel diyakini merupakan hasil akulturasi budaya, terutama pengaruh kuliner Eropa dan Tionghoa yang kemudian disesuaikan dengan lidah lokal.

Di beberapa negara, makanan serupa dikenal dengan nama empanada atau curry puff.

Namun di Indonesia, pastel berkembang dengan ciri khas tersendiri, baik dari segi bumbu, isian, maupun cara penyajiannya.

Di pasar tradisional hingga pedagang kaki lima, pastel masih menjadi primadona. Harganya yang terjangkau—berkisar antara Rp2.000 hingga Rp5.000 per buah—membuatnya mudah diakses oleh semua lapisan masyarakat. Tak jarang, pastel juga menjadi menu wajib di acara arisan, pengajian, hingga hajatan.

BACA JUGA:Rahasia Tempe Krispi Tahan Lama hingga 1 Bulan, Ternyata Tanpa Tepung Terigu

BACA JUGA:Serundeng Ayam Suwir, Lauk Praktis Kaya Rasa yang Tahan Lama

“Pastel itu jualannya tidak pernah sepi. Pagi buat sarapan, sore buat camilan,” ujar Siti Aminah, pedagang gorengan di kawasan Jakarta Timur yang telah berjualan pastel selama lebih dari 15 tahun.

Menurutnya, meskipun banyak jajanan baru bermunculan, pelanggan setia pastel tetap ada.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: