Payuputat Prabumulih Terendam Banjir, Dua SD Negeri Hentikan Tatap Muka dan Beralih ke Daring
Kondisi SD Negeri 76 Prabumulih di Kelurahan Payuputat yang terendam banjir.-Foto:dokumen palpos-
PRABUMULIH, PALPOS.CO - Meluapnya air Sungai Lematang akibat curah hujan tinggi yang mengguyur Kota Prabumulih dalam sepekan terakhir, menyebabkan wilayah Kelurahan Payuputat, Kecamatan Prabumulih Barat, Kota Prabumulih, Sumatra Selatan, terendam banjir.
Akibatnya, ratusan rumah warga hingga fasilitas umum, termasuk dua sekolah dasar negeri, terdampak cukup parah. Dua sekolah yang terdampak banjir tersebut yakni SD Negeri 76 Prabumulih dan SD Negeri 77 Prabumulih.
Kedua sekolah yang berada di wilayah bantaran Sungai Lematang itu kini dikepung air dengan ketinggian bervariasi, mulai dari sekitar 30 sentimeter hingga mencapai 100 sentimeter, atau setinggi dada orang dewasa.
Kondisi tersebut membuat aktivitas belajar mengajar secara tatap muka tidak memungkinkan untuk dilaksanakan.
BACA JUGA:Jelang Ramadhan 1447 H Harga Cabai Burung di Prabumulih Tembus 80 Ribu
BACA JUGA:Hujan Deras Picu Banjir di Prabumulih, Ratusan Rumah di Enam Kelurahan dan Desa Terendam
Demi keselamatan siswa dan tenaga pendidik, pihak sekolah akhirnya mengambil kebijakan untuk menghentikan sementara kegiatan belajar mengajar di sekolah dan menggantinya dengan sistem pembelajaran daring (dalam jaringan).
Kepala Sekolah SD Negeri 77 Prabumulih, Sarmila, membenarkan bahwa pihak sekolah telah memberlakukan sistem belajar daring sejak Kamis, 5 Februari 2026.
Menurutnya, keputusan tersebut diambil setelah melihat kondisi banjir yang masih menggenangi lingkungan sekolah dan akses menuju sekolah.
“Untuk aktivitas belajar mengajar, kami melihat kondisi di lapangan. Kalau banjir seperti sekarang ini sudah tidak memungkinkan untuk kegiatan belajar di sekolah, maka kami menerapkan belajar dengan sistem daring atau dalam jaringan,” ungkap Sarmila saat dikonfirmasi, Kamis, 5 Februari 2026.
BACA JUGA:Optimalisasi Pajak Alat Berat, UPTB Samsat Prabumulih Intensif Lakukan Penyisiran ke Perusahaan
BACA JUGA:Pengelolaan Pasar Pagi Eks Polsek Disorot, Komisi II Tekankan Legalitas dan Perizinan
Sarmila menjelaskan, genangan air merendam akses jalan menuju sekolah, sehingga menyulitkan siswa dan guru untuk datang ke sekolah dengan aman.
Ketika ditanya hingga kapan sistem pembelajaran daring akan diterapkan, Sarmila mengatakan hal tersebut masih bergantung pada kondisi banjir dan ketinggian debit air Sungai Lematang.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:






