Warga OKU Diminta Tidak Membuang Sampah di Sungai Ogan
Jejak Bumi Indonesia membersihkan sampah di Sungai Ogan wilayah Kabupaten OKU.-Foto:Eko palpos-
BATURAJA, PALPOS.CO - Warga Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) diminta untuk tidak membuang sampah sembarang, terutama di Sungai Ogan agar tidak mencemari lingkungan dan memicu terjadinya bencana banjir saat musim hujan.
"Sungai Ogan bukan tempat membuang sampah. Mari bersama-sama kita menjaga kebersihannya," kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) OKU, Brigmand, Selasa (24/2).
Dia mengatakan, memperingati Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) tahun 2026, pihaknya mengajak masyarakat untuk membudidayakan hidup bersih dan sehat dengan membuang sampah pada tempatnya.
Menurutnya, sejauh ini pihaknya telah menyiapkan tempat pembuangan sampah di beberapa titik jalan strategis di Kota Baturaja.
BACA JUGA:38 Personel Polres Ogan Ilir Jalani Tes Urine Mendadak, Ini Hasilnya
BACA JUGA:Kejari Ogan Ilir Resmi Berganti, Ini Sosok Penggantinya
Selian itu, kata dia, beberapa kelurahan di Kecamatan Baturaja Timur, Kabupaten OKU juga saat ini sudah dilengkapi motor pengangkut sampah untuk membantu meningkatkan efektivitas kerja petugas kebersihan di tingkat kecamatan.
Dengan motor tersebut petugas kebersihan dapat mengangkut sampah dari rumah ke rumah warga di wilayah itu untuk dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA).
Sementara, Ketua Dewan Pembina Jejak Bumi Indonesia (JBI) OKU Hendra A Setyawan mengkampanyekan gerakan membersihkan sampah di Sungai Ogan dalam rangka memperingati HPSN tahun 2026.
Dia mengatakan, dalam momentum HPSN pihaknya melakukan aksi menjaga dan membersihkan Daerah Aliran Sungai (DAS) di sejumlah wilayah pendampingan JBI di Sumatera Selatan, salah satunya Sungai Ogan kawasan Kabupaten OKU.
BACA JUGA:Pimpin Kejari Ogan Ilir, Arief Sosok Insan Adhyaksa Tangguh, Bertangan Besi Berpegang pada Nurani
BACA JUGA:Pria di Muara Kuang Ogan Ilir Digerebek Sat Narkoba Polres Ogan Ilir, Amankan 0,30 Gram Sabu
Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen JBI dalam mendukung pengelolaan lingkungan hidup berkelanjutan, khususnya pada kawasan hulu dan tengah DAS yang menjadi lokasi kegiatan Rehabilitasi Hutan dan Lahan (RHL) serta pemberdayaan masyarakat.
"Sungai bukan tempat pembuangan akhir melainkan sumber kehidupan. Melalui aksi bersih DAS ini, kami ingin mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga kebersihan lingkungan mulai dari rumah tangga hingga kawasan hutan," katanya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:




