Iklan Banner Pemprov - Ramadan 1447 H
Iklan Banner Kabupaten Empat Lawang
Iklan Astra Motor

Herman Deru Tegas: LPTQ Harus Cetak Juara, FU3SS Wajib Jaga Sumsel Tetap Kondusif.

Herman Deru Tegas: LPTQ Harus Cetak Juara, FU3SS Wajib Jaga Sumsel Tetap Kondusif.

Herman Deru Tegas: LPTQ Harus Cetak Juara, FU3SS Wajib Jaga Sumsel Tetap Kondusif. -Fhoto: humas pemprov sumsel-

PALPOS.CO - Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru, resmi mengukuhkan Pengurus Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Provinsi Sumsel dan Forum Ukhuwah Ulama Umaro Sumatera Selatan (FU3SS) periode 2025–2029 di Griya Agung, Selasa (3/3/2026) sore.

Momentum pengukuhan yang berlangsung di bulan Ramadan itu disebut Herman Deru sebagai titik awal penguatan spiritual sekaligus percepatan kerja dua lembaga strategis tersebut.

“Kalau dipisah-pisah akan lama selesainya. Maka kita gabungkan, sekaligus menguatkan sinergi. Tugasnya sama-sama berat,” tegasnya.

LPTQ Dituntut Cetak Prestasi dan Tekan Buta Aksara Al-Qur’an

BACA JUGA:Edward Candra Hadiri Safari Ramadan BI Sumsel, Bahas Kenaikan Inflasi dan Ketahanan Pangan.

BACA JUGA:Edukasi KUHP Baru, Kemenkum Sumsel Hadir di Lapas Perempuan Palembang

Kepada jajaran LPTQ Sumsel, Herman Deru menekankan bahwa ukuran keberhasilan lembaga ini harus jelas dan terukur.

Parameter pertama adalah prestasi di ajang Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) tingkat nasional maupun internasional.

Ia mengapresiasi pengurus sebelumnya yang berhasil menorehkan berbagai penghargaan dan mengharumkan nama Sumsel.

Namun, menurutnya, tantangan LPTQ ke depan tidak berhenti pada raihan piala. Lebih dari itu, lembaga ini harus menjadi motor peningkatan minat baca Al-Qur’an dan pengurangan buta aksara Al-Qur’an di tengah masyarakat.

BACA JUGA:Akselerasi Target Kinerja dan Rencana Aksi 2026, Kanwil Kemenkum Sumsel Koordinasi Strategis ke DJKI

BACA JUGA:Dorong PSN Tanjung Carat, Pemprov Sumsel Perkuat PT Sumsel Energi Gemilang Lewat Ranperda.

“Parameter LPTQ itu dua, pertama piala atau prestasi. Kedua, meningkatnya minat baca dan berkurangnya buta aksara Al-Qur’an,” tegas Herman Deru.

Meski pemberantasan buta aksara Al-Qur’an bukan tugas teknis langsung LPTQ, ia menilai lembaga ini memiliki tanggung jawab moral, terutama melalui sinergi dengan rumah tahfiz dan pondok pesantren.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait