Iklan Astra Motor

Safari Ramadan di Ogan Ilir, Gubernur Sumsel H. Herman Deru Ingatkan Ramadan Tetap Produktif

Safari Ramadan di Ogan Ilir, Gubernur Sumsel H. Herman Deru Ingatkan Ramadan Tetap Produktif

Safari Ramadan di Ogan Ilir, Gubernur Sumsel H. Herman Deru Ingatkan Ramadan Tetap Produktif-Foto:dokumen palpos-

OGAN ILIR, PALPOS.CO – Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Dr. H. Herman Deru melaksanakan Safari Ramadan di Pendopoan Rumah Dinas Bupati Ogan Ilir, Rabu (4/3/2026).

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari agenda rutin Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan dalam mengisi Bulan Suci Ramadan sekaligus mempererat silaturahmi dengan masyarakat di daerah.

Bupati Ogan Ilir, Panca Wijaya Akbar, menyampaikan terima kasih atas kehadiran Gubernur Sumsel beserta rombongan yang telah berkunjung dan bersilaturahmi dengan masyarakat Ogan Ilir.

“Terima kasih kepada Bapak Gubernur yang telah hadir di Ogan Ilir. Mungkin Bapak Gubernur ada yang ingin disampaikan untuk masyarakat Ogan Ilir,” ujar Panca Wijaya Akbar dalam sambutannya.

BACA JUGA:TPID Sumatera Selatan Perkuat Sinergi Pengendalian Inflasi Jelang Ramadan dan Idulfitri 1447 H

BACA JUGA:Bagikan Sembako, Feby Deru Berbagi Kebahagiaan dengan Warga Talang Kepuh

Dalam kesempatan tersebut, Herman Deru menyampaikan bahwa Bulan Suci Ramadan merupakan momentum yang sangat baik untuk mempererat silaturahmi antara Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan dan masyarakat Ogan Ilir.

Ia juga mengingatkan bahwa ibadah puasa tidak memandang jabatan maupun kedudukan.

Semua umat Muslim memiliki kewajiban yang sama dalam menjalankan ibadah di bulan Ramadan.

“Baik jenderal, kades, bupati, gubernur, semuanya wajib puasa. Jam buka puasa kita sama semua,” ujar Herman Deru yang disambut senyum dan tawa hadirin.

BACA JUGA:Herman Deru Terima Audiensi Alumni IKM Gontor Palembang, Perkuat Silaturahmi dan Validasi Data Alumni

BACA JUGA:Perkuat Reformasi Birokrasi, Sekda Edward Candra Tegaskan Sistem Merit Sumsel Fokus pada Dampak Layanan

Selain itu, ia mengingatkan agar seluruh masyarakat tetap produktif selama Bulan Suci Ramadan. Menurutnya, penyesuaian jam kerja dilakukan agar ibadah tetap berjalan tanpa mengurangi kinerja.

“Makanya jam masuk kerja diperlambat menjadi pukul delapan,” katanya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait