Iklan Astra Motor

Diduga Tumpahan Minyak Tangki Penyimpanan PT SRMD Cemari Sungai dan Sumur Warga di Muratara

Diduga Tumpahan Minyak Tangki Penyimpanan PT SRMD Cemari Sungai dan Sumur Warga di Muratara

Diduga Tumpahan Minyak Tangki Penyimpanan PT SRMD Cemari Sungai dan Sumur Warga di Muratara-Foto:dokumen palpos-

MURATARA, PALPOS.CO - Warga di wilayah Belani, Kabupaten Musi Rawas Utara (MURATARA), mengeluhkan dugaan pencemaran lingkungan akibat tumpahan minyak yang diduga berasal dari Oil Storage Tank milik PT Saleraya Merangin Dua (SRMD). 

Tumpahan tersebut disebut-sebut telah mengalir ke sungai hingga berdampak pada sumur warga yang berada di sekitar lokasi perusahaan.

Peristiwa ini mencuat setelah warga melihat adanya minyak yang mengalir di aliran sungai sejak beberapa hari terakhir.

Berdasarkan informasi yang diterima Palembang Pos, hingga Senin 9 Maret 2026, sisa-sisa minyak masih terlihat di permukaan air sungai dan menimbulkan bau menyengat di lingkungan sekitar.

BACA JUGA:Heboh! Mobil Anggota Polisi Tabrak Pedagang Sayur

BACA JUGA:Pasca Kebakaran Bus Medan Jaya Polres Muratara Lakukan Hal Ini Untuk Penumpang

Sejumlah warga menyebutkan, dugaan tumpahan minyak tersebut diperkirakan sudah terjadi sejak 1 Maret 2026. 

Namun, penanganan dari pihak perusahaan baru dilakukan pada 4 Maret 2026. Akibat keterlambatan penanganan itu, minyak diduga telah lebih dulu mengikuti aliran sungai hingga mendekati kawasan permukiman warga.

Kondisi tersebut menimbulkan kekhawatiran masyarakat karena sungai dan sumur selama ini menjadi sumber air utama untuk kebutuhan sehari-hari, mulai dari mencuci hingga mandi.

RN, seorang warga yang tinggal tidak jauh dari lokasi,  mengaku air sumur miliknya mengalami perubahan sejak munculnya tumpahan minyak tersebut. Menurutnya, air sumur tidak lagi bisa digunakan seperti biasanya.

BACA JUGA:Bus Medan Jaya Terbakar di Depan Polres Muratara, Begini Kondisi Puluhan Penumpang !

BACA JUGA:Kasus Perundungan Yang Viral, Begini Tanggapan Bupati Muratara !

“Saya sudah menyampaikan keluhan ke pihak Humas SRMD. Katanya sumur kami yang tercemar akan digali kembali, tapi sampai sekarang belum ada tindakan nyata,” RN.

Warga juga menyayangkan lambannya respons dari pihak perusahaan dalam menangani persoalan yang berdampak langsung terhadap lingkungan dan masyarakat sekitar.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: