Iklan Banner Pemprov - Ramadan 1447 H
Iklan Astra Motor

Aktivitas Jual Beli Meningkat, Kapolres Prabumulih Imbau Warga Waspada Peredaran Uang Palsu

Aktivitas Jual Beli Meningkat, Kapolres Prabumulih Imbau Warga Waspada Peredaran Uang Palsu

Kapolres Prabumulih, AKBP Bobby Kusumawardhana SH SIK MSi-Foto:dokumen palpos-

PRABUMULIH, PALPOS.CO - Meningkatnya aktivitas jual beli di sejumlah pasar tradisional dan pusat perbelanjaan di Kota Prabumulih menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah/2026 Masehi mendapat perhatian serius dari jajaran kepolisian.

Lonjakan transaksi yang terjadi setiap tahun saat Ramadan hingga menjelang lebaran dinilai berpotensi dimanfaatkan oknum tidak bertanggung jawab untuk mengedarkan uang palsu.

Menyikapi hal tersebut, Polres Prabumulih mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati dan meningkatkan kewaspadaan saat melakukan transaksi, baik di pasar tradisional, pertokoan, maupun pusat perbelanjaan modern.

Kapolres Prabumulih, AKBP Bobby Kusumawardhana SH SIK MSi, menegaskan pentingnya kewaspadaan masyarakat terhadap potensi peredaran uang palsu yang kerap meningkat menjelang hari besar keagamaan.

BACA JUGA:Operasi Ketupat Musi 2026 Resmi Dimulai, Kapolres Prabumulih Imbau Personel Bantu Masyarakat yang Membutuhkan

BACA JUGA:Hore! Pemkot Prabumulih Mulai Cairkan THR ASN 2026, Total Anggaran Capai Rp29 Miliar

“Kami mengimbau masyarakat waspada terhadap peredaran uang palsu,” ungkap Bobby Kusumawardhana saat dikonfirmasi, Kamis, 12 Maret 2026.

Menurut Bobby Kusumawardhana, menjelang Idul Fitri, kebutuhan masyarakat cenderung meningkat.

Berbagai komoditas seperti sembako, pakaian, kue kering, hingga kebutuhan rumah tangga lainnya mengalami lonjakan permintaan.

Kondisi tersebut membuat perputaran uang di pasar semakin tinggi dibandingkan hari-hari biasa.

BACA JUGA:Dipimpin Kajari Asvera Primadona, Kejari Prabumulih Musnahkan Ratusan Gram Sabu dan Barang Bukti Kejahatan

BACA JUGA:Kunjungi Rig PDSI#01.2 Prabumulih, Direksi dan Komisaris Ingatkan Pentingnya Safety di Bulan Ramadan

Situasi tersebut bisa saja dimanfaatkan oleh pelaku kejahatan untuk menyelipkan uang palsu di tengah padatnya transaksi.

Terlebih, dalam suasana ramai, pedagang maupun pembeli sering kali kurang teliti saat menerima uang.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait