Iklan Banner Pemprov - Ramadan 1447 H
Iklan Astra Motor

Gubernur Herman Deru Pimpin Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat 2026 di Sumsel

Gubernur Herman Deru Pimpin Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat 2026 di Sumsel

Gubernur Herman Deru Pimpin Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat 2026 di Sumsel-Fhoto: Istimewa-

PALEMBANG, PALPOS.CO – Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Dr. H. Herman Deru bertindak sebagai pimpinan apel pada kegiatan Apel Gelar Pasukan Operasi Kepolisian Terpusat “Ketupat 2026” dalam rangka pengamanan perayaan Idulfitri 1447 Hijriah, yang digelar di halaman Griya Agung, Palembang, Kamis (12/3/2026) sore.

Apel tersebut dipimpin langsung oleh Gubernur Herman Deru didampingi Kapolda Sumsel Irjen Pol. Dr. Sandi Nugroho, S.I.K., S.H., M.Hum.

Dalam kesempatan itu, Gubernur Herman Deru membacakan amanat Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si. Ia menyampaikan bahwa apel gelar pasukan ini merupakan bentuk pengecekan terhadap kesiapan personel, sarana dan prasarana, sekaligus wujud komitmen serta sinergisitas lintas sektor dalam menyukseskan Operasi Ketupat 2026.

Dengan kesiapan tersebut diharapkan pelaksanaan mudik dan perayaan Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah dapat berjalan aman, nyaman, tertib, dan lancar.

BACA JUGA:Cinde Tinggal Puing, Harnojoyo Hanya Divonis 2 Tahun 4 Bulan Penjara

BACA JUGA:Kemenkum Sumsel Ikuti Pelepasan Mudik Bersama Idul Fitri 1447 H, Siap Sambut Peserta Tujuan Palembang

Dalam amanat Kapolri juga disampaikan bahwa situasi global saat ini menunjukkan eskalasi yang meningkat, mulai dari konflik antara Israel dan Palestina hingga ketegangan yang melibatkan Israel, Amerika Serikat, dan Iran.

Konflik tersebut berdampak pada stabilitas ekonomi global, termasuk gejolak harga minyak dunia yang berpotensi mempengaruhi nilai tukar rupiah, inflasi, serta daya beli masyarakat.

Meski pada 10 Maret 2026 harga minyak dunia sempat mengalami penurunan, kondisi tersebut tetap perlu diwaspadai mengingat situasi global masih belum sepenuhnya stabil.

Menyikapi dinamika tersebut, pemerintah terus melakukan berbagai langkah diplomasi dengan mengedepankan politik luar negeri bebas aktif serta prinsip non-blok guna memitigasi dampak eskalasi global sekaligus mendorong terciptanya perdamaian dunia.

BACA JUGA:Kanwil Kemenkum Sumsel Jajaki Pembentukan Sentra KI di Perguruan Tinggi Bersama LLDIKTI Wilayah II

BACA JUGA:Jelang Lebaran, Polisi Bekuk Dua Bandar Sabu di Palembang

Indonesia juga berperan aktif dalam berbagai upaya diplomasi internasional, termasuk mendorong perdamaian antara Palestina dan Israel melalui pendekatan Two State Solution serta membuka komunikasi dengan negara-negara kawasan Teluk, ASEAN, dan negara Barat dalam mencari solusi atas konflik yang terjadi.

Di sisi lain, pemerintah juga menempuh langkah strategis untuk menjaga stabilitas nasional, termasuk memperkuat diplomasi perdagangan guna membuka peluang bagi dunia usaha dan industri nasional sehingga pertumbuhan ekonomi tetap terjaga.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: