Iklan Banner Pemprov - Idul Fitri 1 Syawal 1447 H
Iklan Banner Idul Fitri 1447 Empat Lawang
Iklan Astra Motor

Kasus Suspek Campak di Muara Enim Capai 77 Orang, Dinkes Pastikan Tren Mulai Menurun

Kasus Suspek Campak di Muara Enim Capai 77 Orang, Dinkes Pastikan Tren Mulai Menurun

Kasus Suspek Campak di Muara Enim Capai 77 Orang, Dinkes Pastikan Tren Mulai Menurun-Foto:dokumen palpos-

MUARA ENIM, PALPOS.CO – Dinas Kesehatan Kabupaten Muara Enim, mencatat adanya peningkatan kasus suspek campak sepanjang Januari hingga Maret 2026, sebanyak 77 orang.

Hal ini seiring dengan meningkatnya kejadian luar biasa (KLB) campak yang terjadi di berbagai wilayah di Indonesia.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Muara Enim dr Eni Zatila, mengungkapkan bahwa secara nasional, KLB campak telah terjadi di sekitar 100 kabupaten/kota.

Bahkan, pada Januari 2026, pihaknya juga menerima surat dari Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan terkait kewaspadaan terhadap peningkatan kasus tersebut.

BACA JUGA:Bupati Muara Enim Pastikan Belum Ada Pengurangan PPPK

BACA JUGA:SDT Siap Jadi Tuan Rumah MTQ ke-42

"Untuk Kabupaten Muara Enim, dari Januari sampai Maret 2026 tercatat sebanyak 77 kasus suspek campak yang tersebar di 13 puskesmas," ujar Eni, Senin 30 Maret 2026.

Eni merinci, kasus suspek tersebut antara lain berasal dari Puskesmas Tanjung Enim sebanyak 28 kasus, Puskesmas Muara Enim 19 kasus, Puskesmas Ujan Mas 13 kasus, Puskesmas Gunung Megang 4 kasus, Puskesmas Beringin 3 kasus, serta masing-masing 1 hingga 2 kasus di sejumlah puskesmas lainnya seperti Gelumbang, Pajar Bulan, Panang Enim, Sugih Waras, Tanjung Agung, Sukarami, Tebat Agung, dan Benakat.

Dari total kasus tersebut, lanjutnya, hasil pemeriksaan laboratorium baru keluar untuk 15 orang, dengan rincian 2 orang dinyatakan positif campak dan 13 lainnya negatif.

"Kasus positif berasal dari Desa Keban Agung, Kecamatan Lawang Kidul dan Desa Tanjung Agung, Kecamatan Tanjung Agung" jelasnya.

BACA JUGA:Siswa SD-SMP Muara Enim Terima LKS Gratis Wujud Program MEMBARA Ringankan Beban Orang Tua

BACA JUGA:Edar Ekstasi di Muara Enim, Pemuda Asal PALI dibekuk

Sebagai langkah penanganan, Dinas Kesehatan Muara Enim telah melakukan berbagai upaya, di antaranya berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Selatan, serta menindaklanjuti dengan edaran Sekretaris Daerah Muara Enim terkait kewaspadaan peningkatan kasus campak.

Selain itu, dilakukan pula imunisasi kejar campak, sosialisasi di desa yang ditemukan kasus positif, penyuluhan kepada masyarakat, serta edukasi pentingnya imunisasi baik secara langsung maupun melalui media sosial.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait