Iklan Banner Pemprov - Idul Fitri 1 Syawal 1447 H
Iklan Banner Idul Fitri 1447 Empat Lawang
Iklan Astra Motor

Ambil Langkah Cepat Terkait Permasalahan Siswa di SD Negeri Simpang Kurun

Ambil Langkah Cepat Terkait Permasalahan Siswa di SD Negeri  Simpang Kurun

Polrestabes Palembang Ringkus Pengedar Narkoba di Gandus, Sabu dan Ekstasi Disita dari Dalam Helm-Foto:dokumen palpos-

SEKAYU, PALPOS.CO - Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Musi Banyuasin, Yayan, S.E., M.M., melakukan kunjungan langsung ke SD Negeri Simpang Kurun, Kecamatan Bayung Lencir, guna menindaklanjuti arahan Bupati Musi Banyuasin, H.M. Toha Tohet, S.H., terkait permasalahan antar siswa yang mencuat di sekolah tersebut.

Kunjungan ini merupakan respon cepat atas arahan Bupati yang disampaikan sehari sebelumnya, pada 31 Maret 2026. Dalam kunjungan tersebut, Kepala Dinas didampingi oleh Kabid Pembinaan SD Muri, S.Pd., M.Si., Kasi PTK SD dan SMP Desi Marlinda, S.E., M.Si, Korwil Dikbud Bayung Lencir Temon, M.Pd., serta Pengawas Wilayah 1 bapak Sawut, S.Pd. Turut hadir pula perwakilan dari Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) Kabupaten Musi Banyuasin, yakni Kabid PPA Drs. H. Hairunsyah, M.M. bersama Kepala UPTD PPA Sekayu, Halimah, S.H.

Rombongan disambut langsung oleh Kepala SD Negeri Simpang Kurun, Subandia, S.Pd.SD., beserta para guru dan staf.

Hadir pula Kepala Desa Sukajaya, Sunarto, yang turut memberikan masukan dalam upaya penyelesaian permasalahan tersebut.

BACA JUGA:Meski Anggaran Dipangkas, Eksekutif-Legislatif Muba Tancap Gas Benahi Jalan Rusak Parah

BACA JUGA:Kobaran Api di Sumur Minyak Ilegal Hindoli Kembali Mengamuk, Kendaraan Ludes Terbakar

Dalam kesempatan itu, pihak dinas telah meminta keterangan dari saksi-saksi, termasuk siswa yang diduga sebagai pelaku serta rekan-rekan yang berada di lokasi kejadian.

Berdasarkan hasil keterangan yang dihimpun, diperoleh informasi bahwa dugaan bullying tidak sepenuhnya benar, melainkan terjadi insiden pemukulan yang diduga dilakukan oleh pihak korban terhadap siswa lainnya.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan menyayangkan ketidakhadiran korban beserta orang tua dalam pertemuan tersebut, sehingga klarifikasi menyeluruh belum dapat dilakukan secara langsung dari kedua belah pihak.

Diketahui, kunjungan ini merupakan tindak lanjut kedua dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan.

BACA JUGA:Aksi Berani Perampok Bersenjata di Sekayu! Indomaret Disatroni Jelang Tutup, Rp19 Juta Raib

BACA JUGA:Polres Muba Tangkap Pengedar Sabu di Lawang Wetan, Belasan Paket Siap Edar Disita

Sebelumnya, pada Rabu, 11 Februari 2026, telah dilakukan mediasi yang mempertemukan kedua belah pihak.

Dalam mediasi tersebut, masing-masing pihak telah menyadari kesalahan dan sepakat untuk saling memaafkan.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait