Iklan Banner Pemprov - Idul Fitri 1 Syawal 1447 H
Iklan Banner Hari Pers Nasional - Empat Lawang
Iklan Astra Motor

BPBD OKU Minta Warga Waspadai Awan Cumulonimbus Picu Hujan Ekstrem dan Petir

BPBD OKU Minta Warga Waspadai Awan Cumulonimbus Picu Hujan Ekstrem dan Petir

Suasana langit Kota Baturaja terlihat gelap dipenuhi awan saat sore hari.-Foto:Eko palpos-

BATURAJA, PALPOS.CO – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) mengeluarkan peringatan dini kepada masyarakat, khususnya di wilayah Kecamatan Baturaja Timur dan sekitarnya, terkait potensi cuaca ekstrem dalam waktu dekat.

Manager Pusdalops BPBD OKU, Gunalfi menyampaikan telah terdeteksi pertumbuhan awan jenis Cumulonimbus yang dikenal sebagai pemicu utama terjadinya hujan dengan intensitas tinggi.

"Awan ini berpotensi menimbulkan hujan  lebat yang dapat disertai angin kencang, badai petir skala ringan, hingga kemungkinan hujan es ringan di beberapa wilayah," ungkap Gunalfi, Minggu (5/4).

BPBD menekankan pentingnya langkah antisipasi, terutama saat terjadi aktivitas petir.

BACA JUGA:Polres OKU Amankan Tersangka Pembunuhan Debt Collector Adira Finance

BACA JUGA:Dua Hari Diburu, Tersangka Penusukan Maut di Baturaja Timur Akhirnya Serahkan Diri ke Polisi

Masyarakat diimbau untuk sementara mematikan perangkat elektronik seperti telepon genggam, televisi, dan peralatan listrik lainnya guna menghindari risiko kerusakan akibat sambaran.

"Perangkat tersebut dapat kembali digunakan setelah kondisi cuaca dinyatakan stabil," katanya mengingatkan.

Meski demikian, BPBD mengingatkan masyarakat agar tetap tenang dan tidak panik berlebihan dalam menyikapi kondisi ini.

Kewaspadaan yang disertai informasi yang tepat dinilai menjadi kunci utama dalam menghadapi potensi bencana hidrometeorologi.

BACA JUGA:Tarif Parkir Mobil di Stasiun Baturaja Disorot Warga

BACA JUGA:Jalan Penghubung Antar Desa di OKU Nyaris Putus Akibat Longsor

Masyarakat juga diminta untuk terus memantau perkembangan cuaca melalui informasi resmi dari instansi terkait, serta segera melaporkan apabila terjadi kejadian darurat di lingkungan sekitar.

Imbauan ini menjadi bagian dari upaya mitigasi dini guna meminimalkan risiko dampak cuaca ekstrem, sekaligus memastikan keselamatan warga tetap terjaga di tengah dinamika perubahan cuaca yang terjadi. (len)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: