Belasan Rumah Warga di Kabupaten OKU Terancam Longsor
Anggota BPBD OKU saat meninjau kawasan DAS di Sungai Ogan yang terancam longsor saat hujan deras mengguyur daerah itu.-Foto:Eko palpos-
BATURAJA, PALPOS.CO - Sebanyak 11 rumah warga di bantaran sungai Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) terancam longsor akibat tergerus Sungai Ogan sehingga membahayakan masyarakat di wilayah itu.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) OKU, Januar Effendi, Kamis (9/4) mengatakan bahwa belasan rumah yang terancam longsor berada di wilayah Kelurahan Baturaja Lama, Kecamatan Baturaja Timur.
"Curah hujan tinggi yang terjadi sejak beberapa hari terakhir menyebabkan longsoran di Daerah Aliran Sungai (DAS) Ogan," katanya.
Jarak longsor ke rumah warga hanya sekitar 25 meter yang semakin meningkatkan potensi bahaya bagi penghuni rumah-rumah tersebut. "11 unit rumah warga tersebut dihuni sebanyak 44 jiwa," ungkapnya.
BACA JUGA:HBP ke-62, Rutan Baturaja Gelar Razia dan Tes Urine
BACA JUGA:Ikut Rakor Karhutla Bersama Menteri LH, Bupati Siapkan Langkah Strategis Untuk Antisipasi
Hingga saat ini warga masih memilih bertahan di rumah tersebut di tengah bahaya longsor yang mengancam keselamatan mereka dan keluarga.
Terkait hal itu lanjut dia, pihaknya telah melakukan koordinasi dengan dinas terkait untuk segera melakukan upaya perbaikan agar longsor tidak semakin parah merambah ke permukiman warga.
Warga juga diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan menghadapi potensi longsor susulan agar tidak menimbulkan korban jiwa.
"Saat ini kami meningkatkan pemantauan di lokasi rawan bencana guna mengantisipasi korban jiwa akibat longsor," tegasnya.
BACA JUGA:DPRD OKU Sahkan Prolegda 2026, Fokus Tata Ruang hingga Pesantren
BACA JUGA:Harmoni Eksekutif dan Legislatif, DPRD dan Pemkab OKU Kompak Bahas LKPJ 2025
BPBD OKU juga memasang rambu-rambu peringatan dini untuk mengedukasi masyarakat agar sementara waktu tidak melakukan aktivitas di sekitar lokasi longsor guna mencegah hal-hal yang tidak diinginkan terjadi.
"Warga diminta untuk tetap siaga dan segera mengungsi jika muncul tanda-tanda bahaya," ujarnya. (len)
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:




