Iklan BANNER SUMSEL MAJU TERUS UNTUK SEMUA
Iklan Banner Hari Pers Nasional - Empat Lawang
Iklan Astra Motor

Angin Puting Beliung Terjang Prabumulih, 2 Rumah di Majasari Rusak Dihantam Angin Kencang

Angin Puting Beliung Terjang Prabumulih, 2 Rumah di Majasari Rusak Dihantam Angin Kencang

Personel polsek Prabumulih timur dan BPBD Kota Prabumulih meninjau kondisi rumah warga yang terdampak angin puting beliung-Foto:dokumen palpos-

PRABUMULIH, PALPOS.CO - Bencana angin puting beliung kembali melanda wilayah Kota PRABUMULIH, Sumatera Selatan.

Kali ini, peristiwa tersebut terjadi di kawasan Kelurahan Majasari, Kecamatan Prabumulih Selatan, pada Minggu malam, 12 April 2026 sekitar pukul 22.00 WIB.

Meski tidak menimbulkan korban jiwa, namun dampak dari terjangan angin kencang tersebut menyebabkan dua unit rumah warga mengalami kerusakan cukup parah, khususnya pada bagian atap dan plafon rumah.

Dua rumah yang terdampak masing-masing milik Agus Suseno (46) dan Remilia (52), warga RT 04 RW 05 Kelurahan Majasari.

BACA JUGA:Wali Kota Prabumulih Audiensi ke Kementerian Pertanian RI, Dorong Pengembangan Budidaya Pertanian 2026

BACA JUGA:Sempat Buron 2 Bulan, Pelaku Pencurian Motor di Taman Prabujaya Prabumulih Dibekuk di Taman Tugu Polwan

Keduanya harus menghadapi kerusakan serius setelah angin puting beliung menghantam kawasan tersebut secara tiba-tiba.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, peristiwa tersebut bermula sejak hujan deras mengguyur Kota Prabumulih dan sekitarnya pada pukul 19.30 WIB.

Hujan yang disertai angin kencang tersebut terus berlangsung hingga malam hari.

Memasuki pukul 22.00 WIB, kondisi cuaca semakin memburuk. Angin bertiup semakin kencang hingga akhirnya berubah menjadi puting beliung yang menerjang permukiman warga di Kelurahan Majasari.

BACA JUGA:Bank Sumsel Babel Gelar Undian Pesirah 2025 di Taman Prabujaya, Wali Kota Prabumulih: Apresiasi Kontribusi BSB

BACA JUGA:Heboh, Motor Honda Supra Terbakar di Depan Pos Satlantas PTM Prabumulih

Terjangan angin yang kuat membuat sejumlah bagian rumah warga tidak mampu bertahan.

Atap rumah terangkat, talang air terlepas, hingga plafon rumah mengalami kerusakan parah.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait