Luar Biasa ! 163 Tersangka Narkoba Diringkus dalam 18 Hari Operasi Masif
Luar Biasa ! 163 Tersangka Narkoba Diringkus dalam 18 Hari Operasi Masif-Foto:dokumen palpos-
PALEMBANG, PALPOS.CO — Polda Sumatera Selatan mempertegas posisi strategisnya sebagai garda terdepan dalam menjaga stabilitas keamanan nasional melalui operasi pemberantasan narkotika yang masif dan terukur.
Dalam kurun waktu 18 hari pertama April 2026, Direktorat Reserse Narkoba bersama jajaran satuan wilayah berhasil mengungkap 116 laporan polisi dengan total 163 tersangka.
Capaian ini tidak sekadar angka penegakan hukum, melainkan indikator nyata bahwa peredaran narkotika di Sumatera Selatan masih memiliki jaringan aktif yang terstruktur dan lintas wilayah.
Oleh karena itu, langkah penindakan yang dilakukan Polda Sumsel menjadi bagian penting dalam menjaga ketahanan sosial serta melindungi kualitas sumber daya manusia dari ancaman narkoba.
BACA JUGA:Polisi Tangkap Pelaku Pembobolan Gudang Bengkel di Ilir Timur I Palembang
BACA JUGA:Pelaku Jambret Bermotor yang Meresahkan Masyarakat Diringkus, Ini Tampang Pelaku
Secara kuantitatif, barang bukti yang berhasil diamankan menunjukkan skala yang signifikan, yakni sabu seberat 7.236,9 gram, ganja 1.727,42 gram, ekstasi sebanyak 879 butir, serta temuan baru berupa zat anestesi etomidate sebanyak 20 pcs.
Temuan etomidate ini menjadi perhatian khusus karena mengindikasikan adanya perkembangan pola peredaran narkotika dengan memanfaatkan zat substitusi baru.
Direktur Reserse Narkoba Polda Sumsel, Kombes Pol Yulian Perdana, S.I.K., menegaskan bahwa operasi ini merupakan bagian dari strategi berkelanjutan dalam memutus rantai distribusi narkotika yang semakin kompleks.
“Lebih dari tujuh kilogram sabu yang kami sita dalam waktu singkat menunjukkan bahwa jaringan peredaran narkoba masih sangat aktif.
BACA JUGA:Ungkap Jaringan Narkoba Lintas Provinsi, 3 Tersangka Diamankan, 200 Gram Sabu Disita
BACA JUGA:Royalti di Sumsel Tahun 2025 Capai Rp1,3 M, Kemenkum Sumsel dan LMKN Perkuat Edukasi dan Pendataan
Temuan etomidate juga menjadi sinyal bahwa modus operandi terus berkembang, sehingga kami harus selalu adaptif dan meningkatkan kewaspadaan,” tegas Kombes Pol Yulian Perdana, S.I.K.
Pengungkapan kasus dalam periode ini mencakup 18 wilayah, mulai dari Kota Palembang hingga daerah perbatasan, yang menunjukkan bahwa jaringan narkotika bergerak secara masif tanpa batas administratif.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:




