Samsat OKU Ajak Warga Kooperatif Dukung Pendataan Kendaraan Bermotor
Kepala UPT Samsat OKU 1 Baturaja Mgs Hidayatullah.-foto:Eko Palpos-
BATURAJA, PALPOS.CO - Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan terus mendorong optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui program Pendataan dan Validasi Data Kendaraan Bermotor.
Hal tersebut disampaikan Kepala UPT Samsat OKU 1 Baturaja Mgs Hidayatullah saat dibincangi di ruang kerjanya, Minggu (26/4).
Pria yang akrab disapa Dayat ini menjelaskan, program yang diluncurkan Gubernur Herman Deru tersebut dilaksanakan serentak di seluruh wilayah Sumatera Selatan sejak awal April 31 Mei 2026.
Menurutnya, kegiatan ini bertujuan memperkuat sinergi antara pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten/kota dalam mewujudkan data kendaraan bermotor yang terintegrasi dan akurat, sekaligus meningkatkan PAD melalui sektor Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB).
BACA JUGA:Bulog Miliki 6.666 Ton Beras Untuk Kebutuhan OKU Raya
“Ini sebagai upaya memastikan akurasi data kendaraan yang terintegrasi sekaligus mengoptimalkan penerimaan pajak daerah serta mendukung pembangunan yang akurat dan akuntabel,” ujar Dayat.
Dalam pelaksanaannya, UPT Samsat OKU 1 Baturaja bekerja sama dengan Dinas PMD OKU dan Bapenda Kabupaten OKU untuk melakukan pendataan dan validasi secara terpadu.
Pendekatan ini dilakukan dengan melibatkan camat, lurah, dan kepala desa agar pendataan lebih efektif di wilayah masing-masing.
“Kalau dilakukan door to door akan memakan waktu lama, sehingga kami menggandeng Dinas PMD OKU untuk menugaskan camat, lurah, dan kepala desa agar berperan aktif melakukan pendataan dan validasi,” jelasnya.
BACA JUGA:Respon Keluhan Masyarakat, Bupati OKU Luncurkan Pengurasan Perpipaan Milik PDAM Tirta Raja
BACA JUGA:DPP LSM Mitra Mabes Desak Kejati Usut Dugaan Kasus Korupsi di OKU
Berdasarkan data, jumlah kendaraan bermotor di Sumatera Selatan mencapai sekitar 4,5 juta unit, namun yang aktif membayar pajak baru sekitar 1,6 juta unit.
Sementara di wilayah OKU, jumlah kendaraan bermotor mencapai 218.860 unit, namun yang aktif membayar pajak hanya 63.854 unit atau sekitar 30 persen.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:




