Iklan BANNER SUMSEL MAJU TERUS UNTUK SEMUA
Iklan Banner Hari Pers Nasional - Empat Lawang
Iklan Astra Motor

Modus Paman Setubuhi dan Bawa Kabur Ponakan di Ogan Ilir ke Batam: dikasih Uang dan HP

Modus Paman Setubuhi dan Bawa Kabur Ponakan di Ogan Ilir ke Batam: dikasih Uang dan HP

Tersangka saat diperiksa di Polres Ogan Ilir-foto:dokumen palpos-

OGANILIR, PALPOS.CO - Satuan Reserse Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) & PPO Polres Ogan Ilir mengungkap kasus serius yang melibatkan seorang anak di bawah umur berusia 16 tahun, yang masih duduk di bangku SMA kelas 1. 

Kasus ini menyita perhatian publik karena pelaku diketahui merupakan paman korban sendiri, yakni suami dari bibinya.

Kasat Res PPA & PPO Polres Ogan Ilir, IPTU Dr. Tri Nensy Nurmalasari, saat ditemui di kantornya pada Senin, 27 April 2025, menjelaskan bahwa pelaku adalah Feriansyah (33) diduga melakukan serangkaian tindakan melawan hukum terhadap korban. 

Modus yang digunakan pelaku adalah dengan memberikan uang, membelikan handphone, serta mengajak korban jalan-jalan hingga akhirnya membawa korban pergi tanpa izin orang tua ke Batam.

BACA JUGA:Pohon Tumbang di Simpang Tugu Burai, Akses Jalan Sempat Lumpuh dan Kabel Listrik Putus

BACA JUGA:Polres Ogan Ilir Ungkap Kasus Penculikan Anak ke Batam, Pelaku Diamankan

Lebih memprihatinkan, berdasarkan pengakuan korban kepada penyidik, bahwa dirinya telah bersetubuh dengan pelaku berulang kali.

Saat ini, kondisi korban mengalami trauma psikologis serta rasa malu yang mendalam akibat peristiwa tersebut.

Kasus ini terungkap setelah orang tua korban, Sp(45), seorang petani di Kecamatan Indralaya, melaporkan anaknya hilang pada Sabtu, 4 April 2026. 

"Korban diketahui pergi dari rumah tanpa sepengetahuan keluarga dan sempat mengirim pesan melalui WhatsApp, mengaku berada di Palembang serta menolak untuk pulang,"kata Nensy.

BACA JUGA:Aksi Penggelapan Terbongkar, Polisi Amankan Dua Pelaku di Pemulutan

BACA JUGA:Polisi Ringkus Pelaku Penusukan Mahasiswa di Indralaya, Satu Pelaku Masih Diburu

Kekhawatiran keluarga semakin meningkat setelah pelaku mengirim pesan kepada orang tua korban, mengakui telah membawa korban pergi jauh.

Bahkan, pelaku sempat mengirimkan foto berada di atas kapal yang mengindikasikan rencana melarikan diri ke luar daerah.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: