Iklan BANNER SUMSEL MAJU TERUS UNTUK SEMUA
Iklan Banner Hari Pers Nasional - Empat Lawang
Iklan Astra Motor

Herman Deru Genjot Budaya Baca di Sumsel, Kepala Perpusnas Beri Apresiasi Tinggi.

Herman Deru Genjot Budaya Baca di Sumsel, Kepala Perpusnas Beri Apresiasi Tinggi.

--

PALPOS.CO - Komitmen kuat Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru, dalam mengembangkan sektor perpustakaan daerah menuai apresiasi dari pemerintah pusat.

Kepala Perpustakaan Nasional Republik Indonesia, Aminudin Aziz, secara langsung memuji langkah strategis tersebut saat menghadiri Rapat Teknis Urusan Perpustakaan se-Sumatera Selatan.

Kegiatan yang digelar di Hotel The Zuri Transmart Palembang, Selasa (28/4/2026), menjadi momentum penting dalam memperkuat arah kebijakan literasi di daerah.

Dalam forum tersebut, Aminudin menilai Sumsel sebagai salah satu provinsi yang menunjukkan keseriusan dalam membangun sistem perpustakaan modern.

BACA JUGA:DoDorong Inklusi Keuangan, OJK Lepas Ekspor Turunan Kelapa dan Lada Hitam Bersama Karantina dan Pemprov Sumsel

BACA JUGA:Semangat HBP ke-62: Kemenkum Sumsel Dukung Momentum Transformasi Pemasyarakatan

Menurutnya, keberadaan Dinas Perpustakaan yang berdiri terpisah dari Dinas Kearsipan merupakan indikator nyata komitmen pemerintah daerah.

Model kelembagaan ini dinilai mampu mempercepat pengembangan layanan literasi yang lebih fokus dan terarah.

“Saya mengapresiasi langkah Gubernur Sumsel beserta jajaran yang telah menunjukkan komitmen kuat dalam pengembangan perpustakaan,” ujar Aminudin.

Sementara itu, Herman Deru menegaskan bahwa pembangunan perpustakaan tidak lagi bisa dipandang secara konvensional.

BACA JUGA:Lewat Talkshow, Kanwil Kemenkum Sumsel Gaungkan Pentingnya Perlindungan Karya di Sektor Olahraga dan UMKM

BACA JUGA:Lewat Pasar Murah, Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagsel Perkuat Akses Pangan Terjangkau

Ia menekankan pentingnya mengubah paradigma masyarakat terhadap perpustakaan, dari sekadar tempat penyimpanan buku menjadi pusat aktivitas literasi yang berdampak langsung bagi masyarakat.

“Perpustakaan bukan hanya bangunan dan rak buku. Ukurannya adalah aktivitas dan manfaatnya bagi masyarakat,” tegasnya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait