Iklan BANNER SUMSEL MAJU TERUS UNTUK SEMUA
Iklan Banner Hari Pers Nasional - Empat Lawang
Iklan Astra Motor

Ratusan Rumah Warga Desa Gunung Meraksa Terendam Banjir

Ratusan Rumah Warga Desa Gunung Meraksa Terendam Banjir

Ratusan rumah warga Desa Gunung Meraksa OKU terendam banjir.-Foto:Eko palpos-

BATURAJA, PALPOS.CO - Ratusan rumah warga Desa Gunung Meraksa, Kecamatan Lubuk Batang, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatera Selatan terendam banjir dengan ketinggian air mencapai 130 centimeter.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) OKU, Januar Efendi, Senin (4/5) mengatakan bahwa curah hujan tinggi yang terjadi pagi tadi sekitar pukul 06.00 WIB menyebabkan banjir hingga merendam ratusan rumah penduduk di Dusun I dan Dusun II, Desa Gunung Meraksa.

"Berdasarkan hasil pendataan sementara tercatat sebanyak 164 rumah warga terdampak bencana alam," katanya.

Meskipun tidak ada korban jiwa, namun bencana alam mengganggu aktivitas masyarakat yang kesulitan beraktivitas karena ruas jalan utama di desa setempat tersebut juga terendam banjir.

BACA JUGA:Polres OKU Kembali Lakukan Rotasi Jabatan

BACA JUGA:SPPG Polres Ogan Komering Ulu Mulai Beroperasi

Mendapat laporan dari masyarakat pihaknya menurunkan personel dan peralatan penanggulangan bencana untuk mengevakuasi korban banjir ke tempat yang aman.

Proses evakuasi dilakukan menggunakan satu unit perahu karet untuk mengangkut warga ke dataran tinggi guna mengantisipasi korban jiwa.

"Hingga saat ini banjir sudah berangsur surut dan masyarakat telah kembali ke rumah masing-masing," jelasnya.

Personel di lapangan saat ini masih membantu warga membersihkan sisa material banjir yang masuk ke dalam rumah agar aktivitas masyarakat kembali normal.

BACA JUGA:Hardiknas 2026, Bupati OKU Fokus Tingkatkan Mutu Pendidikan dan Kompetensi Guru

BACA JUGA:SMKN 3 OKU Cetak Lulusan Siap Kerja, Tembus Magang hingga Jepang

"Meskipun banjir sudah surut, namun masyarakat kami imbau untuk tetap meningkatkan kewaspadaan menghadapi potensi bencana susulan supaya tidak menimbulkan korban jiwa," ujarnya. (len)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: