Iklan BANNER HUT PROVINSI SUMSEL KE 80
Iklan Banner Hari Pers Nasional - Empat Lawang
Iklan Astra Motor

BPBD OKU Tingkatkan Pengawasan di Daerah Rawan Bencana

BPBD OKU Tingkatkan Pengawasan di Daerah Rawan Bencana

Petugas BPBD OKU saat meninjau debit Sungai Ogan.-Foto:Eko palpos-

BATURAJA, PALPOS.CO - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) meningkatkan pengawasan di daerah rawan bencana dengan menempatkan personel untuk siaga menghadapi banjir susulan.

Manager Pusdalops BPBD OKU, Gunalfi, Rabu (6/5) mengatakan bahwa bencana banjir yang merendam ratusan rumah penduduk di tiga desa di Kecamatan Lubuk Batang pada Minggu (3/5) harus dijadikan pelajaran untuk meningkatkan kewaspadaan menghadapi potensi bencana susulan supaya tidak menimbulkan korban jiwa.

Adapun tiga desa yang dilanda banjir dengan ketinggian air mencapai satu meter meliputi Desa Tanjung Manggus, Gunung Meraksa dan Desa Lunggaian.

"Apalagi berdasarkan peringatan dini dari BMKG curah hujan tinggi masih akan terjadi di Kabupaten OKU selama tiga hari kedepan," katanya.

BACA JUGA:Pemkab OKU Akan Bedah 300 Unit Rumah Tak Layak Huni Pada 2026

BACA JUGA:Pendataan Penerima MBG di Sekolah Sesuai Petunjuk BGN

Oleh sebab itu, pihaknya menerjunkan personel Tim Reaksi Cepat (TRC) untuk memantau titik-titik kritis, terutama permukiman penduduk di sepanjang bantaran sungai.

Selain faktor alam, tersumbatnya saluran drainase di beberapa titik permukiman juga teridentifikasi sebagai faktor yang memperparah durasi genangan.

"Apalagi wilayah Kecamatan Lubuk Batang ini memang rawan banjir sehingga kami menyiagakan personel 1x24 jam untuk memantau debit air Sungai Ogan," tegasnya.

Petugas di lapangan juga mengedukasi masyarakat untuk melakukan langkah antisipasi mandiri seperti membersihkan saluran air agar tidak menimbulkan genangan jika turun hujan dalam waktu lama.

BACA JUGA:Baznas OKU Gandeng BPS Integrasikan Data Mustahik

BACA JUGA:Pustu Rp 854 Juta di OKU Terbengkalai, Dinkes Berdalih Anggaran dan Alkes Belum Siap

"Bencana alam dapat terjadi kapan saja. Jadi jangan menunggu air masuk ke rumah baru melakukan gotong royong membersihkan lingkungan sekitar dari sampah, terutama yang dapat menyumbat saluran air," ujarnya. (len)

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: