Mie Sagu, Kuliner Tradisional yang Kembali Dilirik Generasi Muda
Mie Sagu bukan sekadar makanan tradisional, tetapi juga warisan kuliner nusantara yang kembali digemari generasi muda.-Foto:Istimewa-
PALPOS.CO - Mie Sagu menjadi salah satu kuliner tradisional yang kembali menarik perhatian masyarakat dalam beberapa tahun terakhir.
Hidangan berbahan dasar tepung sagu ini dikenal luas di wilayah pesisir timur Indonesia, khususnya di Riau dan Kepulauan Meranti.
Di tengah tren makanan modern dan cepat saji, mie sagu justru hadir sebagai simbol kekayaan pangan lokal yang mulai kembali dicintai generasi muda.
Mie sagu memiliki warna khas kecokelatan dengan tekstur kenyal yang berbeda dari mie berbahan tepung terigu.
BACA JUGA:Nasi Timbel, Warisan Kuliner Sunda yang Tetap Bertahan di Tengah Modernisasi
BACA JUGA:Soto Kudus, Kuliner Legendaris dari Jawa Tengah yang Tetap Digemari Lintas Generasi
Bahan utama pembuatannya berasal dari pohon sagu yang banyak tumbuh di daerah rawa dan pesisir.
Selain memiliki cita rasa unik, makanan ini juga dinilai lebih ramah lingkungan karena pohon sagu mampu tumbuh tanpa perawatan intensif dan tahan terhadap perubahan iklim.
Di berbagai daerah, mie sagu biasanya disajikan dengan tambahan ikan teri, tauge, daun kucai, dan sambal pedas.
Aroma khas dari proses pengolahan tradisional menjadi daya tarik tersendiri bagi para penikmat kuliner nusantara.
BACA JUGA:Nasi Gandul Khas Pati, Kuliner Tradisional yang Tetap Digemari Lintas Generasi
BACA JUGA:Lumpia Semarang, Warisan Kuliner Legendaris yang Tetap Digemari Lintas Generasi
Tidak sedikit wisatawan domestik maupun mancanegara yang penasaran mencoba makanan khas ini saat berkunjung ke daerah asalnya.
Dalam beberapa tahun terakhir, popularitas mie sagu meningkat berkat media sosial.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:





