Transformasi Digital Migas, Pertamina Drilling Terapkan AI untuk Tingkatkan Safety Rig
Direktur Utama Pertamina Drilling Services Indonesia, Avep Disasmita, menyampaikan paparan dalam Seminar “Peran Artificial Intelligence Mendukung Penerapan Sistem Manajemen K3 (SMK3) & Process Safety Management (PSM) di Industri”-Foto:Dokumen Palpos-
PALPOS.CO - PT Pertamina Drilling Services Indonesia atau Pertamina Drilling Services Indonesia kembali menegaskan komitmennya dalam memperkuat budaya keselamatan kerja melalui pemanfaatan teknologi Artificial Intelligence (AI) di sektor industri migas.
Transformasi digital berbasis AI dinilai menjadi langkah strategis untuk mendukung implementasi Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) serta Process Safety Management (PSM), khususnya pada aktivitas pengeboran yang memiliki tingkat risiko tinggi.
Komitmen tersebut disampaikan Direktur Utama Pertamina Drilling Services Indonesia, Avep Disasmita, dalam Seminar “Peran Artificial Intelligence Mendukung Penerapan Sistem Manajemen K3 (SMK3) & Process Safety Management (PSM) di Industri” yang berlangsung di Hotel Bidakara, Jakarta, baru-baru ini.
Dalam paparannya, Avep menyoroti perkembangan teknologi AI yang saat ini telah membawa perubahan signifikan bagi industri energi, termasuk sektor pengeboran migas.
BACA JUGA:Aksi Pencurian di Cambai Digagalkan Warga, Pelaku Tertangkap Saat Bersembunyi di WC Rumah Korban
Menurutnya, penerapan AI tidak hanya meningkatkan efisiensi operasional, tetapi juga mampu memperkuat sistem keselamatan kerja melalui pengawasan yang lebih akurat dan pengambilan keputusan berbasis data secara real-time.
“Penerapan AI di lingkungan rig Pertamina Drilling menjadi salah satu langkah transformasi perusahaan dalam meningkatkan standar keselamatan dan produktivitas operasi pengeboran.
Teknologi ini membantu proses monitoring, predictive maintenance, hingga mitigasi risiko kerja secara lebih cepat dan akurat,” ujar Avep.
Direktur Utama Pertamina Drilling Services Indonesia ini menjelaskan, penggunaan AI dalam operasional pengeboran dapat membantu perusahaan mendeteksi potensi gangguan peralatan sebelum terjadi kerusakan yang berisiko menghambat operasi.
BACA JUGA:Pemdes Pangkul Usulkan Pembangunan Jembatan Garuda, Dukung Mobilitas 500 Warga Setiap Hari
BACA JUGA:Sidak Pasar Jelang Idul Adha, Pemkot Prabumulih Warning Pedagang Jangan Timbun Bahan Pokok
Sistem predictive maintenance berbasis AI memungkinkan perusahaan melakukan pemeliharaan lebih dini sehingga downtime operasional dapat ditekan dan risiko kecelakaan kerja dapat diminimalkan.
Selain itu, teknologi AI juga dimanfaatkan untuk mendukung pengawasan penggunaan alat pelindung diri (APD) di area kerja.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:




