Bubur Sumsum, Kuliner Tradisional yang Tetap Digemari di Tengah Modernisasi
Lembut, manis, dan penuh kenangan.-Foto:Istimewa-
PALPOS.CO – Di tengah menjamurnya berbagai makanan modern dan tren kuliner internasional, bubur sumsum tetap mempertahankan posisinya sebagai salah satu makanan tradisional favorit masyarakat Indonesia.
Hidangan sederhana yang terbuat dari tepung beras dan disajikan dengan kuah gula merah ini tidak hanya dikenal karena rasanya yang lembut dan manis, tetapi juga karena nilai budaya yang melekat kuat dalam kehidupan masyarakat.
Bubur sumsum telah menjadi bagian dari tradisi kuliner Nusantara selama puluhan tahun.
Makanan ini dapat ditemukan di berbagai daerah dengan variasi penyajian yang berbeda-beda.
BACA JUGA:Bubur Ayam Tetap Jadi Favorit Masyarakat, Pedagang Nikmati Peningkatan Penjualan
Meski demikian, ciri khas utama bubur sumsum tetap sama, yaitu teksturnya yang halus, berwarna putih, dan dipadukan dengan siraman kuah gula merah yang memberikan cita rasa manis gurih.
Sejumlah pedagang mengaku permintaan bubur sumsum masih cukup tinggi, terutama pada pagi hari dan saat bulan Ramadan.
Banyak masyarakat menjadikan bubur sumsum sebagai menu sarapan karena mudah dicerna dan memberikan energi yang cukup untuk memulai aktivitas sehari-hari.
“Setiap pagi saya bisa menjual puluhan porsi bubur sumsum. Pembelinya dari berbagai kalangan, mulai dari anak-anak hingga orang tua,” ujar Siti Aminah, seorang pedagang bubur tradisional yang telah berjualan selama lebih dari 15 tahun.
BACA JUGA:Bosan Makan Daging Kurban: Coba Oseng-Oseng Tempe Buncis, Menu Simpel, Lezat dan Ramah di Kantong
BACA JUGA:Soto Daging, Kuliner Tradisional yang Tetap Digemari Masyarakat
Menurutnya, salah satu daya tarik bubur sumsum adalah kesederhanaan bahan yang digunakan.
Tepung beras, santan, daun pandan, gula merah, dan sedikit garam sudah cukup untuk menghasilkan hidangan yang lezat.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:





