Suara Mesin Jahit dan Harapan Baru di Kawasan Eks Lokalisasi
Suara Mesin Jahit dan Harapan Baru di Kawasan Eks Lokalisasi-Foto:Dokumen Palpos-
PALPOS.CO - Suara mesin jahit kini terdengar lebih sering di sudut Kecamatan Panjang, Bandar Lampung.
Di balik bunyi ritmis, itu, ada tangan - tangan perempuan yang tengah merajut sesuatu yang lebih dari sekadar kain.
Wilayah yang sebelumnya dikenal dengan sebutan PMD atau Pemandangan, lama lekat dengan stigma kawasan lokalisasi, kini perlahan berubah wajah. Perubahan itu tidak datang dari luar.
Ia tumbuh dari tangan sekitar 30 perempuan yang tergabung dalam Kelompok Tapis Melati.
BACA JUGA:PTBA Raih Diamond PROSPER A IRCA 2026, Bukti Komitmen pada Tata Kelola dan Kepatuhan
BACA JUGA:Turnamen Tenis PTBA Jadi Magnet Wisata dan Penggerak Ekonomi Sawahlunto
Di komunitas inilah mereka belajar, bertahan, dan pelan-pelan menemukan jalan mereka kembali.
Dengan tangan mereka sendiri, mereka menenun kain tapis, kain tradisional khas Lampung yang sarat makna budaya dan telah diwariskan lintas generasi.
Bagi mereka, tapis bukan sekadar kain. Setiap benang yang disulam menghadirkan cerita tentang kesabaran, ketekunan, dan harapan untuk kehidupan yang lebih baik.
Di tengah stigma yang selama ini membayangi tempat tinggal mereka, para perempuan ini memilih melawan keadaan dengan karya.
BACA JUGA:Kreatif! Ada Kue Ulang Tahun dari Sarden di Lomba Masak Palembang, Cara Unik PKK Cegah Stunting
BACA JUGA:Kejati Sumsel Berbagi Dengan Memotong 12 Ekor Sapi dan 5 Kambing, Salurkan 1.000 Paket Daging Kurban
Namun perjalanan itu tidak mudah. Keterbatasan alat produksi menjadi tantangan utama. Sebagian proses jahit masih dilakukan secara bergantian dengan peralatan seadanya.
Waktu produksi pun melambat, sementara permintaan mulai berdatangan dari berbagai kegiatan dan pameran di Bandar Lampung.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:





