Iklan BANNER IDUL ADHA MEDIA 1447 H - PEMPROV SUMS
Iklan Banner Hari Pers Nasional - Empat Lawang
Iklan Astra Motor

Warga Kecele, Harga Pertamax Mendadak Naik Jadi Rp16.650

Warga Kecele, Harga Pertamax Mendadak Naik Jadi Rp16.650

BBM : Pengisian BBM di SPBU Talang Jawa 24.313.43 berjalan normal tidak ada lonjakan kendaraan yang menyebabkan antrian panjang.-Foto:Dokumen Palpos-

MUARA ENIM, PALPOS.CO - Kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) nonsubsidi jenis Pertamax yang mulai berlaku pada Rabu 10 Juni 2026 membuat sejumlah warga di Kabupaten MUARA ENIM terkejut. 

Pasalnya, penyesuaian harga tersebut dinilai terjadi secara mendadak sehingga banyak masyarakat baru mengetahuinya saat hendak mengisi bahan bakar di SPBU.

Salah seorang pengendara sepeda motor, Septi (39), warga Kecamatan Muara Enim, mengaku cukup terkejut saat mengisi Pertamax di SPBU.

Ia baru menyadari adanya kenaikan harga setelah melihat jumlah bahan bakar yang diperolehnya tidak sebanyak biasanya.

BACA JUGA:Salah Satu Tersangka OTT KPK di Muara Enim Ternyata Mantan Ketua DPC PBB Prabumulih

BACA JUGA:Asa Itu Hadir dari Efek Berganda Ulu Migas, Peternak Madu Aur Duri Bangkit dari Keterpurukan

"Biasanya kalau isi Rp35 ribu itu sudah penuh tangki, tapi sekarang cuma terisi sekitar setengah," keluhnya.

Menurut Septi, sebelumnya ia sempat mendengar kabar mengenai kenaikan harga BBM. Namun, ia tidak menyangka kenaikan tersebut sudah mulai diberlakukan.

"Sebelumnya memang sempat dengar kalau BBM naik, tapi setelah datang langsung ternyata memang benar," katanya.

Hal serupa disampaikan Ardani (52), ia mengaku terpaksa membeli Pertamax karena stok Pertalite sedang kosong saat dirinya mengisi bahan bakar.

BACA JUGA:Mediasi Alot, Warga Minta KAI Hitung Ulang Nilai Ganti Rugi

BACA JUGA:132 Hektar Sawah Kekeringan, Ratusan Petani Terdampak

"Cukup kaget saat tahu harganya naik. Biasanya saya isi Pertalite sekitar Rp10 ribu per liter, sekarang harus keluar uang Rp16 ribu lebih per liter untuk Pertamax," ungkapnya.

Ardani berharap harga Pertamax dapat kembali turun dan pasokan Pertalite tetap tersedia sehingga masyarakat tidak terbebani.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: