Petani Sawit Pertanyakan Perbedaan Harga Beli TBS di PKS
Foto : Makmur Mardianto.-Foto:Dokumen Palpos-
MUARA ENIM, PALPOS.CO - Sejumlah petani kelapa sawit di Kabupaten Muara Enim, mempertanyakan adanya perbedaan harga pembelian Tandan Buah Segar (TBS) oleh Pabrik Kelapa Sawit (PKS), khususnya antara TBS milik petani dan yang berasal dari perusahaan swasta.
Salah seorang petani asal Desa Gunung Megang Dalam, Kecamatan Gunung Megang, Makmur Mardianto (56), mengaku heran karena harga TBS yang diterima petani dinilai lebih rendah dibandingkan harga yang diberikan kepada perusahaan swasta.
"Kok bisa harga di tingkat petani lebih murah, sedangkan kalau yang dari perusahaan swasta justru lebih tinggi.
Contoh tingkat petani Rp2700, sedangkan sawit perusahaan swasta Rp3100, ada selisih Rp400,"ujar Makmur, Kamis 11 Juni 2026.
BACA JUGA:Dukung Ketahanan Pangan, Tanam Jagung Selaluas 1,5 Hektar
BACA JUGA:Gubernur Sumsel Tunjuk Sumarni Sebagai Plt Bupati Muara Enim
Menurutnya, harga TBS seharusnya mengacu pada ketentuan yang telah ditetapkan pemerintah melalui Peraturan Gubernur (Pergub).
Namun, dalam praktiknya petani masih menerima harga yang dinilai lebih rendah dari standar yang berlaku.
Ia berharap tidak ada perbedaan perlakuan harga antara petani dan pihak lainnya sehingga petani tidak merasa dirugikan.
"Kami berharap agar jangan ada dibeda-bedakan harga. Untuk tingkat petani malah lebih murah," katanya.
BACA JUGA:Warga Kecele, Harga Pertamax Mendadak Naik Jadi Rp16.650
BACA JUGA:Salah Satu Tersangka OTT KPK di Muara Enim Ternyata Mantan Ketua DPC PBB Prabumulih
Menanggapi keluhan tersebut, Kepala Dinas Perkebunan Kabupaten Muara Enim Isdrin, membenarkan bahwa terdapat kondisi di lapangan yang menyebabkan harga beli TBS petani bisa lebih rendah dibandingkan pasokan dari perusahaan.
Menurut Isdrin, salah satu faktor yang memengaruhi harga adalah kualitas buah sawit yang dijual.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:





