Iklan BANNER IDUL ADHA MEDIA 1447 H - PEMPROV SUMS
Iklan Banner Hari Pers Nasional - Empat Lawang
Iklan Astra Motor

BI Sumatera Selatan Paparkan Kondisi Ekonomi dalam Forum Bersua

BI Sumatera Selatan Paparkan Kondisi Ekonomi dalam Forum Bersua

BI Sumatera Selatan Paparkan Kondisi Ekonomi dalam Forum Bersua -Foto:Dokumen Palpos-

PALEMBANG, PALPOS.CO - Kantor Perwakilan Bank Indonesia Sumatera Selatan (BI Sumsel) bersama dengan BPS Provinsi Sumatera Selatan menyelenggarakan kegiatan BERSUA (Berjejaring dan Bersinergi untuk Akselerasi) yang menjadi wadah untuk mendiseminasikan informasi dan penguatan sinergi antar pemangku kepentingan dalam rangka mendukung stabilitas dan pertumbuhan ekonomi daerah.

Kegiatan yang berlangsung di Kantor BI Sumsel tersebut dihadiri oleh berbagai unsur strategis di daerah antara lain perwakilan forkopimda, instansi vertikal, perbankan serta media massa regional.

Hal ini menegaskan keseriusan dalam menghadapi dinamika perekomian yang semakin kompleks dan memerlukan kolaborasi lintas sektor dalam meresponnya.

Kegiatan dibuka dengan sambutan Kepala Perwakilan BI Provinsi Sumatera Selatan, Bambang Pramono menyampaikan terkait perkembangan ekonomi terkini baik pada level global, nasional, maupun regional.

BACA JUGA:Hadiri Kenal Pamit Kakanwil Ditjenpas Sumsel, Kakanwil Kemenkum Siap Jaga Sinergitas Lintas Sektoral

BACA JUGA:Kemenkum Sumsel Gelar FGD Evaluasi Regulasi MKN, Soroti Angka Penolakan Pemeriksaan Notaris

“Kami optimis dan akan all out mempekuat sinergi kebijakan fiskal dan moneter untuk mendukung upaya stabilisasi nilai tukar rupiah.” Ujar Bambang.

Selain itu Bambang juga memaparkan alasan dibalik kenaikan BI Rate menjadi 5,50% bahwa Bank indonesia memandang perlu untuk menempuh langkah-langkah lanjutan guna memperkuat stabilisasi nilai tukar Rupiah dengan meningkatkan kembali imbal hasil dan sejumlah insentif lain untuk mendorong masuknya aliran investasi asing.

Selain itu untuk mendukung kebijakan kenaikan BI Rate tersebut, BI juga menempuh langkah-langkah strategis penguatan stabilisasi nilai tukar Rupiah dengan meningkatkan imbal hasil dan sejumlah insentif lain dalam operasi moneter bagi masuknya aliran investasi asing sebagai berikut:

Kenaikan struktur suku bunga SRBI pada seluruh tenor 6, 9, dan 12 bulan untuk semakin meningkatkan imbal hasil bagi masuknya investasi portfolio asing.

BACA JUGA:BBW Palembang Hadirkan Promo dan Diskon Buku Lebih Besar

BACA JUGA:Herman Deru Ambil Langkah Cepat di Muara Enim, Sumarni Resmi Jabat Plt Bupati hingga Ada Kepastian Hukum.

Kenaikan struktur suku bunga SRBI dimaksud dilakukan sesuai mekanisme pasar dan untuk menjadikan investasi portofolio di Indonesia tetap kompetitif dengan negara lain.

Pemberian insentif berupa penurunan tingkat swap lindung nilai (hedging swap) bagi investor asing sebesar 10% untuk semakin meningkatkan daya tarik masuknya investor asing serta mengkompensasi kewajiban yang selama ini ditanggung investor.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait