Antrean Pertalite Mengular di Lubuklinggau, Warga Keluhkan Sulitnya Mendapatkan BBM
Antrean Pertalite Mengular di Lubuklinggau, Warga Keluhkan Sulitnya Mendapatkan BBM-Foto:Dokumen Palpos-
LUBUKLINGGAU, PALPOS.CO - Warga Kota Lubuklinggau mengeluhkan sulitnya mendapatkan bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite dalam lebih dari sepekan terakhir.
Kondisi tersebut menyebabkan antrean kendaraan di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) mengular, terutama pada jam-jam tertentu.
Sejumlah pengendara mengaku harus menunggu lebih lama untuk mendapatkan Pertalite.
Bahkan, tidak sedikit yang terpaksa berpindah dari satu SPBU ke SPBU lainnya karena stok pertalite yang paling banyak digunakan penggendara pribadi tersebut sering kali habis lebih cepat dari biasanya.
BACA JUGA:Dari Sakotak Lebah dan Setetes Madu, Asa Itu Kembali Tumbuh
Amin, salah seorang warga yang ikut mengantre BBM, menilai kenaikan harga BBM non-subsidi jenis Pertamax turut berdampak pada meningkatnya antrean Pertalite.
Menurutnya, selisih harga yang semakin lebar membuat banyak masyarakat beralih menggunakan Pertalite.
"Sebelumnya selisih harga Pertalite dan Pertamax hanya sekitar dua ribu rupiah per liter. Kalau Pertalite habis, kami masih bisa beralih ke Pertamax.
Sekarang selisihnya sudah lebih dari enam ribu rupiah per liter, sehingga banyak orang memilih tetap antre Pertalite," ujarnya.
BACA JUGA:Ngopi Bareng Warga, Polres Lubuklinggau Sosialisasikan Call Center 110
BACA JUGA:Kasus Korupsi APAR Muratara: Jaksa Tuntut 5 Tahun dan Pengembalian Rp1 Miliar
Amin mengatakan, di tengah kondisi ekonomi yang masih menuntut masyarakat berhemat, selisih harga tersebut cukup berarti bagi pengeluaran rumah tangga.
"Di zaman sulit seperti sekarang, enam ribu rupiah itu nilainya besar. Kalau isi BBM beberapa liter saja, selisihnya sudah bisa dipakai untuk kebutuhan belanja lainnya," katanya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:



