Iklan BANNER IDUL ADHA MEDIA 1447 H - PEMPROV SUMS
Iklan Banner Hari Pers Nasional - Empat Lawang
Iklan Astra Motor

SPE Workshop 2026: Pertamina Perkuat Kolaborasi Global untuk Pengembangan Migas HPHT dan Deepwater

SPE Workshop 2026: Pertamina Perkuat Kolaborasi Global untuk Pengembangan Migas HPHT dan Deepwater

Dirut Pertamina Drilling, VP Technology Developmenr PT Pertamina dan jajaran menghadiri workshop SPE HPHT and Deepwater wells 2026.-Foto:Dokumen Palpos-

PALPOS.CO - PT Pertamina (Persero) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendorong pengembangan teknologi serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia di sektor hulu minyak dan gas (migas).

Komitmen tersebut ditunjukkan melalui partisipasi aktif perusahaan dalam Workshop SPE HPHT and Deepwater Wells 2026 yang diselenggarakan Society of Petroleum Engineers (SPE) di Jakarta pada 23–24 Juni 2026.

Forum internasional ini menjadi ajang penting bagi para praktisi migas dari berbagai negara untuk berbagi pengalaman, teknologi, dan inovasi dalam menghadapi tantangan eksplorasi maupun produksi migas pada lapangan bertekanan dan bertemperatur tinggi atau High Pressure High Temperature (HPHT) serta pengembangan lapangan laut dalam (deepwater).

Workshop tersebut diikuti oleh peserta dari berbagai negara di kawasan Asia hingga Eropa.

BACA JUGA:Bansos 2026: Cara Cek Desil dan Siapa Saja yang Berhak Menerima Bantuan Sosial, Ini Penjelasan Lengkapnya

BACA JUGA:Pemekaran Wilayah Aceh Kembali Mengemuka, Aspirasi Pembentukan Dua Provinsi Baru Dorong Pemerataan Pembangunan

Para peserta berasal dari perusahaan energi, lembaga riset, akademisi, hingga penyedia jasa migas yang memiliki perhatian terhadap pengembangan teknologi pengeboran dan produksi pada lapangan migas dengan tingkat kompleksitas tinggi. 

Dalam kegiatan tersebut, Pertamina menghadirkan salah satu praktisi terbaiknya, Debby Halinda Utaminingdiah S.

Pada kesempatan itu, Debby membagikan berbagai pengalaman lapangan sekaligus studi kasus mengenai penerapan teknologi hydraulic fracturing pada reservoir HPHT di Indonesia. 

Materi yang disampaikan mencakup penerapan teknologi tersebut pada reservoir tight sandstone hingga shale play, yang selama ini dikenal memiliki karakteristik geologi yang kompleks.

BACA JUGA:Bansos 2026: Panduan Lengkap 3 Cara Daftar Bantuan Sosial Agar Bantuan Tepat Sasaran

BACA JUGA:Pemekaran Wilayah Pulau Jawa Menguat, 10 Calon Provinsi Baru Diusulkan karena Daerah Memikul Beban Berat

Menurut Debby, pengembangan reservoir HPHT memiliki tingkat kesulitan yang jauh lebih tinggi dibanding lapangan migas konvensional.

Kondisi tekanan dan temperatur yang ekstrem menuntut setiap tahapan pekerjaan dilakukan secara cermat, mulai dari perencanaan hingga pelaksanaan di lapangan.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait