Iklan BANNER IDUL ADHA MEDIA 1447 H - PEMPROV SUMS
Iklan Banner Hari Pers Nasional - Empat Lawang
Iklan Astra Motor

Harga Getah Karet Anjlok, Petani di OKU Mulai Gerah

Harga Getah Karet Anjlok, Petani di OKU Mulai Gerah

Hasil getah karet di OKU melimpah, namun sayang harga jualnya justru anjlok.-Foto:Eko palpos-

BATURAJA, PALPOS.CO - Para petani getah karet dì Kabupaten OKU mulai dibuat gerah dengan harga balam yang mendadak melorot.

Padahal bulan lalu, harga getah karet mulai membaik, dan ini membuat para petani tenang. Karena pengelolaan keuangannya tidak bikin bingung.

Sela, petani karet asal Sinar Peninjauan Kabupaten OKU mengatakan, harga getah karet pada bulan ini turun.

Tak tanggung-tanggung, harga getah turun Rp3 ribu per kg dari bulan lalu. “Bulan lalu harga getah masih dikisaran Rp20 ribu per kg, ” ujarnya melalui seluler.

BACA JUGA:Harganas 2026 di OKU, Wabup Tekankan Pentingnya Peran Ayah dalam Keluarga

BACA JUGA:Makarti Tama Wakili OKU di Lomba Desa Sumsel, Sekda: Momentum Tunjukkan Desa Maju dan Inovatif

Ia mencontohkan, saat menimbang getah pada bulan lalu, getah karet satu minggu dihargai Rp20 ribu per kg, kemudian getah dua Minggu Rp22 ribu per kg, dan getah bulanan Rp24 ribu per kg.

Sedangkan saat menimbang getah pada bulan ini petani dibuat kaget. Getah satu Minggu dihargai Rp17 ribu per kg, getah dua mingguan dihargai Rp19 ribu per kg.

“Untuk karet bulanan belum tahu, soalnya belum nimbang. Tapi ada dugaan turun harga juga, ” sesalnya.

Apkarindo Sebut Penyesuaian Harga Sementara itu Sekretaris Asosiasi Petani Karet Indonesia (APKRINDO) Sumatera Selatan, Rudi Arpian menyebut, turunnya harga getah karet pada Juni 2026 adalah wajar.

BACA JUGA:Polres OKU Juara Umum Lomba Polisi Cilik 2026 Se-Jajaran Polda Sumsel, Cetak Generasi Pelopor Keselamatan

BACA JUGA:Awal Fajri Dipercaya Nahkodai DPC PPP Kabupaten OKU

Menurut dia, penurunan harga getah karet yang saat ini terjadi karena imbas melorotnya harga getah dunia Rp2.189 per kg. “Penurunan ini lebih tepat disebut penyesuaian harga, ” katanya.

Selain itu, produksi getah dì daerah meningkat namun tidak berimbang dengan jumlah permintaan. Belum lagi ketika harga getah mahal, banyak petani yang menjual hasil kebunnya lebih awal.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: