Iklan BANNER IDUL ADHA MEDIA 1447 H - PEMPROV SUMS
Iklan Banner Hari Pers Nasional - Empat Lawang
Iklan Astra Motor

Lonjakan Harga Mulsa Tekan Produktivitas Petani Bawang di Semendo

Lonjakan Harga Mulsa Tekan Produktivitas Petani Bawang di Semendo

KELUHAN : Para petani bawang dan komoditas hortikultura di Desa Cahaya Alam, Kecamatan Semendo Darat Ulu, Kabupaten Muara Enim mengeluhkan harga plastik mulsa dan pupuk NPK mengalami kenaikan.-Foto:Dokumen Palpos-

MUARA ENIM, PALPOS.CO - Beban berat tengah dirasakan oleh para petani bawang dan komoditas hortikultura di Desa Cahaya Alam, Kecamatan Semendo Darat Ulu, Kabupaten MUARA ENIM.

Pasalnya, harga plastik mulsa terus merangkak naik selama tiga bulan belakangan ini.

Muazin (46), salah satu petani bawang merah setempat, mengungkapkan bahwa lonjakan harga modal ini membuat para petani kesulitan meningkatkan hasil pertanian mereka.

Menurutnya, biaya produksi yang dikeluarkan saat ini sudah tidak sebanding lagi dengan pendapatan yang diperoleh saat panen.

BACA JUGA:Mancing di Sungai, Bocah 6 Tahun Ditemukan Tewas Tenggelam

BACA JUGA:Sita 5 Senpira dan 71 Amunisi, Amankan 3 Tersangka

"Kenaikan harga plastik mulsa yang terjadi sejak tiga bulan lalu ini mulai mengancam keberlangsungan usaha tani warga," jelas Muazin, Rabu 1 Juli 2026.

Dijelaskannya, kenaikan harga plastik pelindung tanah ini terbilang cukup drastis. Dimana plastik mulsa merek standar melonjak menjadi Rp850 ribu per rol, dari harga sebelumnya yang hanya berkisar Rp500 ribu.

Sedangkan plastik mulsa kualitas bagus atau premium, kata dia, meroket hingga Rp1,2 juta per rol, padahal awalnya hanya Rp690 ribu.

Penderitaan petani tidak hanya berhenti disitu, selain harga plastik mulsa naik. Harga pupuk NPK juga ikut melambung tinggi di angka Rp725 ribu hingga Rp775 ribu.

BACA JUGA:PGE Selaraskan Energi Bersih dengan Menjaga Kelestarian Alam

BACA JUGA:Dukung Ketahanan Pangan, Hibahkan Tanah Bangun Gudang Bulog

Kombinasi kenaikan ini membuat ongkos produksi pra-tanam menjadi tidak seimbang dengan hasil penjualan.

"Petani kini tidak hanya dipusingkan oleh faktor cuaca dan hasil panen, melainkan modal awal yang terus mencekik," keluhnya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: