Empat Wilayah di Sumsel Tertinggi Hotspot, Kabupaten OKU Salah Satunya
Petugas BPBD OKU saat memadamkan hotspot di wilayah Lengkiti.-Foto:Eko palpos-
BATURAJA, PALPOS.CO - Empat wilayah di Sumatera Selatan (Sumsel) terdeteksi lonjakan hotspot (titik panas) tertinggi selama 10 hari pertama di bulan Juli 2026.
Empat wilayah yang terdeteksi lonjakan hotspot tertinggi, yakni : Kabupaten OKI, Kabupaten OKU, Kabupaten Muaraenim, serta Kabupaten Musi Banyuasin (Muba).
Meski secara keseluruhan di Sumatera Selatan, BPBD Sumsel mencatat 493 hotspot yang terdeteksi.
“Hotspot terbanyak di Muba, Muaraenim, OKI dan OKU, “ ujar Kabid Penanganan Darurat BPBD Sumatera Selatan, Sudirman, saat dikonfirmasi, Minggu (12/7).
BACA JUGA:Dinsos OKU Dampingi Penjaringan 60 Calon Siswa Sekolah Rakyat
BACA JUGA:BPBD OKU Padamkan Karhutla di Desa Terusan
Dijelaskan Sudirman, hotspot terpantau di beberapa kabupaten/kota. Antara lain di Muba, Muaraenim, OKI, OKU, Pali, Lahat, Ogan Ilir, Oku Timur dan Banyuasin. Sementara Palembang dan Lubuklinggau masih nihil sepanjang Juli ini.
Nah dari beberapa wilayah yang terdeteksi hotspot, Kabupaten Musi Banyuasin menjadi “rajanya” dengan jumlah hotspot 89 titik. Kemudian disusul Muaraenim 71 titik, OKI 67 titik, dan OKU 65 titik.
Sementara di Kabupaten Lahat terdeteksi 38 titik, Ogan Ilir 37 titik, Pali 27 titik dan OKU Timur 22 titik serta Banyuasin 20 titik.
“Hotspot yang muncul bukan berarti titik api sehingga perlu dilakukan verifikasi di lapangan, “ katanya.
BACA JUGA:Tim Dinkes OKU Turun ke Klinik BAZNAS OKU
BACA JUGA:Pastikan Layanan Aplikasi SIGNAL Berfungsi Normal Lagi
Terkatrolnya jumlah hotspot belakangan ini, diungkap Sudirman dipicu cuaca kemarau yang makin kering. Curah hujan berkurang drastis.
Hotspot, jelas dia merupakan indikator awal dugaan kasus Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutlah) sehingga harus ditindaklanjuti dengan verifikasi lapangan.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:



