Musim Kemarau, Warga OKU Ramai-ramai Mendulang Emas di Sungai Ogan
Warga OKU terlihat antusias mendulang emas di Sungai Ogan persisnya di belakang Gudang Garam.-Foto:Eko palpos-
BATURAJA, PALPOS.CO - Puluhan warga Kota Baturaja memadati aliran Sungai Ogan di kawasan belakang Gudang Garam untuk mendulang emas secara tradisional, Rabu (22/7). Aktivitas tersebut dilakukan dengan menggunakan peralatan sederhana.
Sejak pagi hari, para pendulang terlihat berkumpul di tepian hingga bagian dangkal sungai berwarna coklat keruh.
Mereka menciduk pasir dan kerikil yang diambil dari dasar sungai, dengan harapan menemukan butiran emas yang masih tersimpan di endapan material sungai.
Meski kondisi air Sungai Ogan tampak keruh akibat hujan yang mengguyur wilayah hulu dalam beberapa hari terakhir, semangat para pendulang tidak surut. Mereka tetap berbaur di tengah aliran sungai untuk melanjutkan aktivitas mencari emas.
BACA JUGA:Suhu Udara di OKU Raya Cukup Panas, Warga Diimbau Jaga Kesehatan Saat Beraktivitas di Luar Ruangan
BACA JUGA:OKU Terima Bantuan Peralatan Karhutla di Tengah Peningkatan Titik Panas
Akitivitas di aliran sungai itu, terpantau pengguna jalan yang melintas di Jembatan Ogan IV Desa Tanjung Baru.
Tak jarang, beberapa pengendara yang penasaran berhenti di badan jembatan untuk menyaksikan aktivitas para pendulang emas.
“Sejak kemarau inilah baru ada yang coba-coba mendulang emas, “ ujar Ito, salah satu warga yang menyaksikan pendulangan emas dari jembatan.
Warga Kelurahan Baturaja Lama ini menyebut, aktivitas mendulang emas sebelumnya pernah terlihat di kawasan Tangsi dan ujung Dusun Baturaja. “Dak ada emasnya di situ, “ katanya.
BACA JUGA:Dadang Wijaya Resmi Dilantik Melalui PAW, DPRD OKU Kembali Lengkapi Formasi
BACA JUGA:Ifan Seventeen Akan Konser di Baturaja
Kegiatan mendulang emas menjadi salah satu cara untuk memperoleh tambahan penghasilan. Meski hasilnya tidak menentu, mereka berharap setiap hari masih bisa menemukan butiran emas yang memiliki nilai jual.
Kondisi air yang keruh dan arus yang sedikit lebih deras membuat para pendulang harus bekerja dengan lebih hati-hati.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:



