Iklan BANNER IDUL ADHA MEDIA 1447 H - PEMPROV SUMS
Iklan Banner Hari Pers Nasional - Empat Lawang
Iklan Astra Motor

Warga Keluhkan Proyek Bedah Rumah di Taba Baru Mangkrak, Disperkim Jelaskan Ini!

Warga Keluhkan Proyek Bedah Rumah di Taba Baru Mangkrak, Disperkim Jelaskan Ini!

Warga Keluhkan Proyek Bedah Rumah di Taba Baru Mangkrak, Disperkim Jelaskan Ini!-Foto:Dokumen Palpos-

LUBUKLINGGAU, PALPOS.CO - Program Bedah Rumah melalui Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) di RT 08, Kelurahan Taba Baru, Kecamatan Lubuklinggau Utara I, Kota Lubuklinggau, menuai keluhan dari warga.

Pasalnya, pembangunan rumah yang telah dimulai hingga kini belum juga rampung akibat diduga terkendala pasokan material bangunan.

Akibat keterlambatan tersebut, pemilik rumah terpaksa tinggal di hunian sementara yang kondisinya lebih dari tidak layak setelah rumah lamanya lebih dulu dibongkar.

Kondisi ini memicu kekecewaan warga yang menilai pelaksanaan program belum berjalan sesuai harapan.

BACA JUGA:Ayah di Lubuklinggau Ditangkap, Diduga Berulang Kali Perkosa Anak Tiri dan Cekoki Korban dengan Sabu

BACA JUGA:Cegah Sudden Death Polres Lubuklinggau Bekali Personel dan Bhayangkari Edukasi Deteksi Dini Penyakit Mematikan

Mukaro, warga setempat, mengatakan proses pembangunan bedah rumah sebenarnya telah dimulai.

Namun, dalam proses pengerjaan mengalami hambatan karena material bangunan tidak kunjung tersedia sehingga pembangunan terhenti.

"Rumah lama sudah dibongkar, tetapi rumah yang baru belum selesai. Akhirnya pemilik rumah harus tinggal di tempat sementara yang sangat sempit, seperti kandang kambing," ujar Mukaro.

Menurutnya, warga sudah beberapa kali berupaya meminta penjelasan kepada pihak terkait, namun belum memperoleh kepastian mengenai kapan pembangunan akan kembali dilanjutkan.

BACA JUGA:Buntut Penembakan Terduga Pencuri Durian, Oknum Pegawai Lapas Ditarik ke Kanwil Jalani Pemeriksaan Disiplin

BACA JUGA:Dua Pengedar Ganja Dibekuk di Lubuklinggau, Barang Bukti 40 Gram Disembunyikan di Bawah Pohon Pisang

"Kami sudah menanyakan ke orang Perkim, tetapi tidak ada kejelasan. Setiap kali ada petugas datang, jawabannya selalu besok-besok.

Padahal ini sudah hampir tiga bulan material belum juga datang," sehingga proses pembangunan terhenti," katanya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait