Iklan BANNER IDUL ADHA MEDIA 1447 H - PEMPROV SUMS
Iklan Banner Hari Pers Nasional - Empat Lawang
Iklan Astra Motor

Pramuka OKI Didorong Jadi Kader Pemimpin dan Pelopor Pencegahan Karhutla

Pramuka OKI Didorong Jadi Kader Pemimpin dan Pelopor Pencegahan Karhutla

Wabup OKI, Supriyanto saat menjadi pembina upacara puncak peringatan HUT Gerakan Pramuka ke-65.-Foto:Dokumen Palpos-

OKI,PALPOS.CO - Wakil Bupati Ogan Komering Ilir (OKI) Supriyanto mengingatkan Gerakan Pramuka tidak boleh berhenti sebagai organisasi kepemudaan yang sibuk dengan kegiatan seremonial. 

Di tengah tantangan pembangunan dan perubahan zaman, Pramuka harus menjadi ruang pembentukan karakter sekaligus mencetak generasi yang siap mengambil peran dalam pembangunan daerah.

Pesan itu disampaikan Supriyanto saat menjadi pembina upacara puncak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Gerakan Pramuka ke-65 di halaman Kantor Bupati OKI,(13/8). 

Peringatan tersebut digelar bertepatan dengan rangkaian HUT ke-81 Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia.

BACA JUGA:Semarakan HUT RI Ke-81, Pelajar OKI Unjuk Kekompakan Lewat Gerak Jalan Indah

BACA JUGA:Lelang Serentak, Kejari OKI Tergetkan Penjualan Barang Hasil Rampasan Negara Capai Maksimal

Menurut Supriyanto, peringatan Hari Pramuka dan momentum kemerdekaan harus menjadi ruang untuk menghidupkan kembali kesadaran kebangsaan. 

Sebab, kemerdekaan yang dinikmati generasi sekarang lahir dari perjuangan panjang, persatuan, keberanian, dan pengorbanan para pendiri bangsa.

“Ini bukan sekadar apel seremonial, tetapi menjadi momentum bagi kita semua untuk kembali menghayati makna kemerdekaan sekaligus meneguhkan semangat kebangsaan dalam diri setiap anggota Gerakan Pramuka,” kata Supriyanto dalam amanatnya.

Delapan puluh satu tahun setelah kemerdekaan, kata dia, bentuk perjuangan generasi muda telah berubah.

BACA JUGA:Anjangsana : Para Lansia dan Anak Yatim di Sungai Belida Bakal Terima Bantuan Sembako dan Uang

BACA JUGA:Ikhtiar Hadapi Kemarau, Pemkab OKI Ajak Warga Gelar Shalat Istisqa

Tidak lagi mengangkat senjata, tetapi mengisi kemerdekaan melalui karya, pengabdian, prestasi dan kontribusi nyata bagi masyarakat.

Dalam konteks itu, Pramuka memiliki posisi strategis. Nilai Tri Satya dan Dasa Darma, menurut Supriyanto, harus diterjemahkan menjadi karakter yang hidup dalam keseharian anggota Pramuka: disiplin, mandiri, bertanggung jawab, memiliki kepedulian sosial, serta mampu bekerja dalam semangat gotong royong.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: