Kemarau Panjang Ancam Prabumulih hingga September, BMKG Ingatkan Risiko Karhutla dan Kekeringan
Wako prabumulih dan kepala stasiun klimatologi sumsel-Foto:Dokumen Palpos-
PRABUMULIH, PALPOS.CO - Musim kemarau masih menjadi perhatian serius bagi masyarakat Kota Prabumulih, Sumatera Selatan.
Berdasarkan perkiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), kondisi kering diperkirakan masih bertahan hingga September 2026 dan berpotensi meningkatkan ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Tak hanya ancaman kebakaran, musim kemarau juga berpengaruh terhadap ketersediaan air.
Masyarakat diperkirakan akan menghadapi peningkatan kebutuhan air untuk keperluan rumah tangga, pertanian maupun aktivitas lainnya.
BACA JUGA:Tegaskan Tak Ada PPPK Dirumahkan, Wali Kota Prabumulih: Pasti Kita Perjuangkan Semua
Kepala Stasiun Klimatologi Kelas I Sumatera Selatan, Dr Wandayantolis SSi MSi, mengatakan Sumatera Selatan saat ini memang masih berada dalam periode musim kemarau.
Kota Prabumulih menjadi salah satu daerah yang perlu meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi kondisi tersebut.
“Prediksi kami sampai dengan September masih masuk puncak kemarau,” kata Wandayantolis saat ditemui usai kegiatan Sosialisasi Percepatan Pemahaman dan Penerapan Informasi Iklim kepada Masyarakat dalam Kewaspadaan terhadap Bencana Hidrometeorologis di Provinsi Sumatera Selatan, di Aula Fave Hotel Prabumulih, Rabu, 19 Agustus 2026.
Ia menjelaskan, masyarakat belum bisa berharap kondisi akan segera kembali normal setelah hujan mulai turun. Sebab, awal musim penghujan biasanya ditandai dengan hujan yang belum berlangsung secara konsisten.
BACA JUGA:PHR Zona 4 Perkuat Budaya HSSE, Libatkan Seluruh Mitra Kerja dalam Keselamatan Operasi
BACA JUGA:HUT ke-81 RI, BRI Cabang Prabumulih Teguhkan Semangat Indonesia Berdaulat, Adil, Makmur
BMKG memperkirakan musim hujan mulai memasuki Sumatera Selatan pada pertengahan hingga akhir Oktober. Namun, keberadaan fenomena El Nino dapat menyebabkan periode kemarau berlangsung lebih lama.
“Musim hujan biasanya datang di pertengahan Oktober atau di akhir Oktober. Namun karena ada fenomena El Nino, sehingga membuat kemarau menjadi lebih panjang,” jelasnya.
Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News
Sumber:



