Iklan BANNER IDUL ADHA MEDIA 1447 H - PEMPROV SUMS
Iklan Banner Hari Pers Nasional - Empat Lawang
Iklan Astra Motor

Pertahankan Tradisi, Pemkab OKUT Gelar Lomba Biduk Tradisional

Pertahankan Tradisi, Pemkab OKUT Gelar Lomba Biduk Tradisional

‎Pertahankan Tradisi, Pemkab OKUT Gelar Lomba Biduk Tradisional-Foto:Dokumen Palpos-

PALPOS.CO -‎ ‎Semangat memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kabupaten OKU Timur tidak hanya diwujudkan melalui kegiatan seremonial. 

‎Di Desa Tanjung Kemala, masyarakat merayakannya dengan menjaga tradisi, memperkuat kebersamaan, sekaligus membuka ruang bagi aktivitas ekonomi masyarakat.

‎Hal tersebut terlihat dalam Lomba Bidar (Biduk Tradisional) Kabupaten OKU Timur yang digelar di Dusun I dan Dusun III, Desa Tanjung Kemala, Minggu, 23 Agustus 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan RI.

‎Sebanyak 50 tim mengikuti Lomba Bidar, terdiri atas 35 tim pria dan 15 tim wanita, dengan masing-masing tim beranggotakan tiga orang. 

BACA JUGA:Polres OKU Timur Ungkap Kasus Perjudian Sabung Ayam, Satu Orang Tersangka Diamankan

BACA JUGA:326 Warga Binaan Lapas Martapura Terima Remisi, Dua Bebas Langsung

‎Antusiasme peserta dan masyarakat membuat kawasan perlombaan menjadi ruang berkumpul, berinteraksi, sekaligus menikmati salah satu tradisi yang masih hidup di tengah masyarakat OKU Timur.

‎Selain Lomba Bidar, kemeriahan juga diisi dengan Lomba Tangkap Bebek yang terbagi dalam kelompok pria dan wanita.

Sebanyak 50 ekor bebek dilepas ke arena perlombaan, dan peserta yang berhasil menangkap bebek dengan pita di kakinya menjadi pemenang.

‎Bupati OKU Timur Ir. H. Lanosin, M.T., M.M., yang membuka kegiatan tersebut, menilai kegiatan seperti ini memiliki makna yang lebih luas dari sekadar perlombaan.

BACA JUGA:Polisi Tangkap Tersangka Pembunuhan di OKU Timur Setelah Empat Tahun Buron

BACA JUGA:Kisah Dina Nazwa, Pembawa Baki Paskibraka OKU Timur di HUT RI ke-81

‎Menurutnya, tradisi seperti Lomba Bidar perlu terus diberi ruang agar tidak hilang ditelan zaman.

Kegiatan tersebut juga menjadi kesempatan untuk mengenalkan kembali permainan tradisional kepada generasi muda sekaligus mempertemukan masyarakat dalam suasana yang penuh kebersamaan.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait