Iklan BANNER IDUL ADHA MEDIA 1447 H - PEMPROV SUMS
Iklan Banner Hari Pers Nasional - Empat Lawang
Iklan Astra Motor

BPBD Muba Berjibaku hingga Dini Hari Padamkan Karhutbunla di Batang Hari Leko

BPBD Muba Berjibaku hingga Dini Hari Padamkan Karhutbunla di Batang Hari Leko

BPBD Muba Berjibaku hingga Dini Hari Padamkan Karhutbunla-Foto:Dokumen Palpos-

SEKAYU, PALPOS.CO – Kebakaran hutan, kebun dan lahan (Karhutbunla) kembali terjadi di Kabupaten Musi Banyuasin.

Kali ini, api melanda kawasan Dusun 9 Desa Tanah Abang, Kecamatan Batang Hari Leko, Sabtu malam (29/8/2026).

Berdasarkan laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Musi Banyuasin, kebakaran terjadi sejak pukul 19.50 WIB dan upaya pemadaman berlangsung hingga Minggu dini hari sekitar pukul 02.02 WIB.

Kepala BPBD Muba Marko Susanto SSTP MSi mengatakan, kebakaran diketahui setelah adanya laporan dari warga Dusun 9 Bukit Selabu yang melihat adanya kebakaran lahan di wilayah tersebut.

BACA JUGA:Lima Pengangkut Minyak Cong Diamankan Polsek Sekayu, 51.320 Liter BBM Hasil Olahan Disita

BACA JUGA:Cegah Dampak Asap Karhutla, Polsek Sanga Desa Bagikan Masker kepada Siswa SMAN 1 Sanga Desa

“Begitu menerima laporan dari masyarakat, tim langsung bergerak ke lokasi untuk melakukan upaya pemadaman.

Personel BPBD bersama TNI, Polri dan RPK PT MBI Selabu berjibaku melakukan pemadaman hingga dini hari,” ujar Marko.

Dalam penanganan tersebut, BPBD Muba mengerahkan satu unit mobil Dalkarhutla, mesin mini strike beserta 25 selang.

Sementara pihak PT MBI Selabu turut menurunkan unit suplai air untuk membantu proses pemadaman.

BACA JUGA:Diduga Bakar Lahan untuk Buka Kebun, Warga Palembang Jadi Tersangka, 7 Hektare Lahan Terbakar

BACA JUGA:Gagal Kabur! Pria Bawa 1,53 Kg Diduga Sabu Diamankan Satres Narkoba Polres Muba

Marko menjelaskan, berdasarkan pendataan awal, luas area yang terdampak kebakaran diperkirakan mencapai sekitar 30 hektare dengan vegetasi semak belukar dan jenis tanah mineral.

Namun demikian, proses pemadaman di lapangan menghadapi sejumlah kendala, terutama minimnya sumber air di sekitar lokasi kejadian.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: