Iklan BANNER IDUL ADHA MEDIA 1447 H - PEMPROV SUMS
Iklan Banner Hari Pers Nasional - Empat Lawang
Iklan Astra Motor

BPBD Sebut Kabut Asap di OKU Masih Aman

BPBD Sebut Kabut Asap di OKU Masih Aman

Anggota Polres OKU saat membagikan masker gratis kepada pelajar.-Foto:Eko palpos-

BATURAJA, PALPOS.CO - Kasus kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang terjadi belakangan ini, mulai menimbulkan dampak luas. Bukan saja merusak kawasan kebun, tapi juga membuat kualitas udara memburuk.

Sebut saja salah satunya di Kota Palembang. Asap dari kebakaran lahan sudah menyelimuti pusat ibu kota Provinsi Sumatera Selatan. Imbasnya lalulintas kendaraan terganggu. Jarak pandang maksimal 3 meter.

Bahkan Dar Free Day (CFD) yang biasanya digelar di kawasan Ampera, juga dihentikan sementara. Karena resiko asap yang sangat kurang baik untuk kesehatan.

Lalu bagaimana di Kabupaten OKU ? Karena pada malam hari, kabut asap terlihat cukup jelas di jalan lintas Sumatera mulai dari perempatan Kemiling Desa Tanjung Baru hingga perempatan Desa Air Paoh.

BACA JUGA:Angkat Pesona Gua Harimau OKU, Rafhinsa Siap Berlaga di Miss Youth Indonesia 2026

BACA JUGA:Karhutla Masih Mengintai Sumsel, PALI Tembus 151 Kejadian, OKU Ada 65 Kejadian

Kepala BPBD OKU Januar Effendi melalui Manager Pusdalops Gunalfi dikonfirmasi mengatakan, kondisi kabut asap di Bumi Sebimbing Sekundang, masih aman. Meski terlihat secara visual.

“Dipandang secara visual, kondisi udara di Kabupaten OKU, Insyaa Allah masih dalam tahap aman, “ ujarnya Selasa (1/9).

Kondisi asap di Kota Baturaja, jelas Gun harus diukur dengan Alat pengukur ISPU (Indeks Standar Pencemar Udara) portable. Hanya saja alat tersebut belum dimiliki Kabupaten OKU.

“Alat pengukur ISPU di OKU belum ada. Sudah komunikasi dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH), “ jelasnya.

BACA JUGA:Semarak Maulid Nabi, PD DMI OKU Safari ke Masjid Jami’atul Muslimin Kurup

BACA JUGA:Angkat Goa Harimau, Stand OKU Keluar sebagai Juara Best Stand Design APKASI Expo 2026

Alat tersebut, jelas dia, mengukur pencemaran udara secara manual. Sehingga hasil pengukuran alat masih harus dibawa ke laboratorium di Palembang. Kendati demikian, pihak DLH sudah mengajukan pembelian alat, mengingat fungsi alat tersebut.

“DLH sudah mengajukan pembelian ISPU portable melalui APBG ini. Mudah-mudahan di-acc, kami BPBD OKU sangat mendukung karena sangat bermanfaat saat kemarau seperti saat ini, “ tandasnya.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber:

Berita Terkait