Iklan BANNER IDUL ADHA MEDIA 1447 H - PEMPROV SUMS
Iklan Banner Hari Pers Nasional - Empat Lawang
Iklan Astra Motor

Warga Keluhkan Hampir Dua Pekan Air Tak Mengalir

Warga Keluhkan Hampir Dua Pekan Air Tak Mengalir

PROTES : Warga Perumahan Green City, Desa Muara Lawai, Kecamatan Muara Enim, kelangkaan air bersih yang hampir dua pekan tidak mengalir ke Kantor PDAM Lematang Enim.-Foto:Dokumen Palpos-

MUARA ENIM, PALPOS.CO - Warga Perumahan Green City, Desa Muara Lawai, Kecamatan MUARA ENIM, Kabupaten MUARA ENIM mengeluhkan kelangkaan air bersih yang hampir dua pekan tidak mengalir.

Kondisi tersebut membuat warga mendatangi Kantor Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Lematang Enim untuk menuntut kejelasan dari pihak manajemen, Selasa 15 September 2026. 

Fitra, salah satu warga Perumahan Green City, mengatakan aliran air sudah hampir dua minggu tidak mengalir ke tempat tinggal mereka, khususnya di Blok T dan U.

"Kami datang ke sini meminta agar ada solusi jangka panjang sehingga air bisa mengalir, jangan macet-macet lagi seperti ini. Capek kami kalau tidak ada air, istilahnya bagaimana untuk hidup,"ujar Fitra.

BACA JUGA:Pengurangan Dana Transfer, Muara Enim Defisit Rp195 Miliar

BACA JUGA:Komunitas Ojol Ramaikan Bakti Kesehatan Donor Darah HUT ke-71 Lalu Lintas Bhayangkara

Menurutnya, warga sebelumnya telah mendatangi pihak PDAM untuk menanyakan persoalan tersebut.

Namun, jawaban yang diterima masih sama, yakni debit air kecil dan adanya kerusakan pada mesin pompa.

"Setelah didatangi ke PDAM, alasan petugas bahwa debit air kecil, mesin pompa rusak. Tidak ada perubahan, sama alasannya seperti yang disampaikan lewat WA," katanya.

Fitra juga mempertanyakan kondisi tersebut lantaran di tengah kelangkaan air yang dialami warga, masih terlihat mobil tangki mengisi air di lokasi.

BACA JUGA:APDESI Muara Enim Tolak Wacana Perpanjangan Jabatan Kades

BACA JUGA:5 Hari PDAM Mati, Warga Terpaksa Beli Air

"Katanya debit air kecil, tapi tadi kami cek mobil tangki air banyak diisi. Ada juga mobil bawa tedmon, itu kan pasti orang beli air. Artinya kan itu dijual, tapi giliran untuk pengaliran ke rumah malah tidak ada," ungkapnya.

Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, warga mengaku beberapa kali terpaksa membeli air. Namun, jika dilakukan terus-menerus, biaya yang dikeluarkan cukup memberatkan.

Cek Berita dan Artikel lainnya di Google News

Sumber: